18–19 Tahun Jadi Usia Paling Banyak Cerai, PA Surabaya Catat 6.080 Kasus Selama 2025

selalu.id - Pengadilan Agama (PA) Surabaya mencatat sebanyak 6.080 perkara perceraian sepanjang 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 1.611 cerai talak dan 4.469 cerai gugat.
 
Di antara ribuan perkara itu, perceraian pada pasangan usia muda turut menjadi perhatian. Meski jumlahnya tidak mendominasi, PA Surabaya menilai fenomena tersebut memprihatinkan karena menunjukkan tingginya kerentanan rumah tangga pada usia awal pernikahan.
 
Humas PA Surabaya, Akramuddin, mengungkapkan bahwa penggugat berusia 19 tahun tercatat terlibat dalam 16 perkara perceraian selama 2025.
 
“Perceraian usia dini umumnya dipicu ketidaksiapan pasangan dalam menjalani rumah tangga. Ada yang baru menikah beberapa bulan sudah mengajukan cerai, termasuk pasangan yang sebelumnya menikah melalui dispensasi karena hamil di luar nikah,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
 
Data PA Surabaya juga menunjukkan mayoritas perceraian terjadi pada usia pernikahan di bawah empat tahun. Bahkan, terdapat rumah tangga yang berakhir sebelum genap satu tahun pernikahan.
 
Dari sisi usia, perkara perceraian didominasi pasangan berusia 17 hingga 21 tahun, dengan usia terbanyak 18 dan 19 tahun.
 
“Kondisi ini menandakan masa awal pernikahan menjadi fase paling rentan terhadap konflik, khususnya pada pasangan usia muda,” tambah Akramuddin.
 
Sementara itu, Hakim PA Surabaya, Aisyah, menyebut faktor ekonomi sebagai penyebab utama perceraian. Ketidakstabilan penghasilan kerap memicu konflik rumah tangga yang berujung perpisahan.
 
“Dari pengalaman persidangan, penyebab paling banyak itu ekonomi. Ada yang tidak bekerja, ada juga yang bekerja tapi penghasilannya minim, sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan,” jelasnya.
 
Tekanan ekonomi tersebut, lanjut dia, sering kali diperparah oleh ketidakmatangan emosional pasangan, sehingga persoalan rumah tangga sulit diselesaikan secara dewasa.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasangan yang mengajukan dispensasi nikah maupun perceraian usia dini cukup banyak berasal dari wilayah Bulak Banteng, Sidotopo, dan Ampel.

Tags:

You May Also Like

Tiket Pesawat Jember-Jakarta Turun hingga 18 Persen pada Lebaran 2026
Tiket Pesawat Jember-Jakarta Turun hingga 18 Persen pada Lebaran 2026
Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia
Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia
Polda Jatim Bekuk Komplotan Preman Pemeras Petani hingga Ratusan Juta di Pasuruan
Polda Jatim Bekuk Komplotan Preman Pemeras Petani hingga Ratusan Juta di Pasuruan
Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Bapok, Temukan Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu
Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Bapok, Temukan Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu
Waspada Anomali Cuaca, Satpolairud Polres Probolinggo Imbau Warga Berhati-hati  ‎
Waspada Anomali Cuaca, Satpolairud Polres Probolinggo Imbau Warga Berhati-hati ‎
Disnaker dan DPRD Jember Sidak Perusahaan, Pastikan THR 2026 Dibayar Sesuai Aturan
Disnaker dan DPRD Jember Sidak Perusahaan, Pastikan THR 2026 Dibayar Sesuai Aturan