Angela Wulandari, Selama Kita Punya Tekad Semua Aral dan Rintangan Bisa Diatasi

Iniloh.com Jakarta- Angela Wulandari, perempuan asli Bali, adalah sosok yang memancarkan kecintaan terhadap tanah kelahirannya sekaligus ketangguhan dalam menghadapi lika-liku hidup.

Lahir dan besar di Pulau Dewata, ia tumbuh di tengah keluarga hangat. Ayahnya bekerja di bandara, sementara ibunya seorang perawat yang merawatnya dengan penuh kasih.

Saya sangat dimanja waktu kecil. Apa pun yang saya minta, orang tua selalu turuti,” kenangnya.

Namun, kehidupan berubah drastis ketika sang ibu meninggal dunia di tahun 2013. Saat itu, Angela baru lulus SMA.

Kehilangan figur yang sangat dicintainya tak membuatnya menyerah. Ia memilih kuliah sambil bekerja, meski harus menjalani rutinitas pagi kerja, sore kuliah selama tiga tahun.

Hidup mandiri itu susah, tapi justru dari situ saya belajar arti perjuangan,” ujarnya.

Kini, Angela berprofesi sebagai hotelier di bidang front office. Pekerjaan ini memberinya kesempatan untuk bertemu orang dari berbagai latar belakang.

Saya suka berkomunikasi dengan tamu. Dari situ, saya belajar memahami karakter berbeda, apalagi tamu mancanegara,” tuturnya.

Baginya, dunia perhotelan bukan sekadar pekerjaan, tetapi jendela untuk mengenal budaya global.

Hobi travelingnya juga mendukung passion ini. “tambah perempuan yang kerap membagikan momen perjalanannya di Instagram @angelawlndari ini.

Namun, di balik senyum ramahnya, Angela juga kerap menghadapi tantangan.

Dukanya, ketika ada masalah pribadi atau tamu mengeluh, saya harus tetap tersenyum dan profesional,” ungkapnya.

Ia mengaku butuh mental kuat untuk memisahkan emosi pribadi dan tanggung jawab pekerjaan. Meski begitu, sukanya jauh lebih besar:

Saya bisa bertemu orang-orang baru dari berbagai negara. Setiap hari seperti petualangan baru.”

Sebagai perempuan Bali, Angela sangat bangga dengan toleransi yang terjaga di pulau ini.

Ia mencontohkan perayaan Nyepi, hari raya umat Hindu yang dihormati semua pihak.

Saat Nyepi, lampu dimatikan, kendaraan dilarang keluar, dan suasana benar-benar senyap.

Tapi, umat Muslim yang sedang puasa tetap diizinkan ke masjid dengan berjalan kaki dan tanpa ribut,” ceritanya.

Nilai-nilai harmoni inilah yang membuatnya mencintai Bali. “Di sini, perbedaan agama, suku, atau budaya bukan halangan untuk saling menghormati,” tegasnya.

Pengalaman hidup mengajarkan Angela pentingnya komunikasi dan kejujuran dalam hubungan.

Saling percaya dan mengerti itu kunci. Cerita sekecil apa pun sebaiknya tidak ditutupi.

Keterbukaan dan kejujuran adalah pondasi,” paparnya. Prinsip ini ia terapkan baik dalam pekerjaan, pertemanan, maupun hubungan pribadi.

Angela juga punya pesan kuat untuk mereka yang pernah direndahkan: “Jangan menyerah! Jadikan itu motivasi.

Buktikan bahwa levelmu lebih tinggi dari mereka yang meremehkanmu.” Kata-kata ini lahir dari perjalanannya sendiri.

Setelah kehilangan ibu dan harus berjuang mandiri, ia paham betul rasanya dianggap remeh.

Namun, ia memilih bangkit. Kini, ia fokus membangun karier dan terus menginspirasi orang lain melalui kisahnya.

Bali, baginya, bukan hanya tanah kelahiran, tetapi simbol perdamaian yang ia junjung tinggi.

Pulau ini mengajarkan bahwa keindahan tidak hanya ada di pantai atau gunung, tetapi juga dalam kerukunan warganya,” ucap Angela.

Ia berharap suatu hari bisa berkontribusi lebih besar untuk masyarakat Bali, terutama dalam mempromosikan wisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Melalui akun Instagram @angelawlndari, Angela kerap membagikan potret kesehariannya: dari aktivitas di hotel, momen traveling, hingga cerita-cerita pendek tentang kehidupan.

Saya ingin orang tahu bahwa di balik senyum, ada perjuangan. Tapi selama kita punya tekad, semua bisa dilalui,” katanya.

Angela Wulandari adalah bukti bahwa ketangguhan dan kelembutan bisa berjalan beriringan.

Dari seorang gadis yang dimanja, ia bertransformasi menjadi wanita mandiri yang menghargai setiap tetes keringat perjuangannya.

Pesannya jelas: “Jadilah seperti Bali, indah, kuat, dan selalu merangkul perbedaan.”

 

Source image: angela

You May Also Like

Dewi Ariny Wulandari, SH. MK.n: Setiap Perbuatan Baik Kecil Apapun Tak Kan Sia-sia
Dewi Ariny Wulandari, SH. MK.n: Setiap Perbuatan Baik Kecil Apapun Tak Kan Sia-sia
Putri Dwi Lestari, Jangan Takut Mengejar Impian Meski Banyak Rintangan
Putri Dwi Lestari, Jangan Takut Mengejar Impian Meski Banyak Rintangan
Bunda Shazia, Jangan Takut Bermimpi Besar Selama Positif dan Tak Rugikan Orang Lain
Bunda Shazia, Jangan Takut Bermimpi Besar Selama Positif dan Tak Rugikan Orang Lain
Annesha Syuhada, Setiap Rintangan Adalah Kesempatan Untuk Tumbuh Lebih Kuat dan Bijaksana
Annesha Syuhada, Setiap Rintangan Adalah Kesempatan Untuk Tumbuh Lebih Kuat dan Bijaksana
Jesica Lin, Semua Bisa Dicapai Hanya Butuh Waktu dan Tekad Kuat
Jesica Lin, Semua Bisa Dicapai Hanya Butuh Waktu dan Tekad Kuat
Ayuningtyas Wulandari, Kesuksesan Sejati Ialah yang Membawa Kebaikan Untuk Diri Sendiri dan Orang Lain
Ayuningtyas Wulandari, Kesuksesan Sejati Ialah yang Membawa Kebaikan Untuk Diri Sendiri dan Orang Lain