Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila
selalu.id - Menjawab tantangan dinamika zaman yang kerap mengaburkan nilai tradisional, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melakukan langkah strategis dengan berpartisipasi aktif dalam penyusunan pedoman pembelajaran Pendidikan Pancasila jenjang perguruan tinggi bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Kegiatan lokakarya "Akseptasi Pedoman Pembelajaran Pendidikan Pancasila Jenjang Perguruan Tinggi" yang telah digelar pada Sabtu (18/10/2025) lalu, di Auditorium A Lantai 3 Kampus Widya Mandala Surabaya, kini mulai diwujudkan dalam langkah konkret penguatan kurikulum kampus.
Rektor UNTAG Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA, melalui Surat Tugas Nomor 2653/K/Um/X/2025, telah mengutus empat akademisi unggulan untuk mewakili kampus dalam kegiatan tersebut. Para perwakilan yang memiliki keahlian di bidang sosial, politik, dan administrasi publik adalah Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom; Dia Puspitasari, S.Sosio., M.Si, M.I.Kom; Rizkya Dwijayanti, S.IP., M.IP; dan Hasan Ismail, S.AP., M.AP.
"Dalam era di mana disinformasi dan polarisasi sering melanda ruang digital mahasiswa, pemahaman Pancasila di perguruan tinggi harus memiliki standar adaptif namun tetap kokoh pada esensi sejarahnya," ujar Dia Puspitasari kepada selalu.id, pada Rabu (14/1/2026) malam.
Kegiatan tersebut fokus pada sinkronisasi kurikulum yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. "Jadi, Pendidikan Pancasila tidak lagi hanya disampaikan melalui metode ceramah satu arah, melainkan dirancang lebih interaktif dengan menyoroti implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pengambilan keputusan, etika bermedia sosial, dan sikap toleransi di lingkungan kampus multikultural," tambah Dia sembari menjelaskan.
Menurutnya, UNTAG Surabaya yang memiliki beragam fakultas mulai dari Hukum, Teknik, hingga Ilmu Budaya, pedoman yang disepakati bersama BPIP akan menjadi acuan bagi seluruh program studi agar nilai kebangsaan terintegrasi dalam setiap disiplin ilmu. Ia juga mengatakan, bahwa pemilihan lokasi di Kampus Widya Mandala juga menjadi simbol kolaborasi antar-perguruan tinggi Jawa Timur dalam menangani tanggung jawab kolektif penguatan ideologi negara.
Para delegasi telah menyampaikan hasil kegiatan kepada Rektor, yang nantinya akan menjadi dasar kebijakan internal dalam menyesuaikan kurikulum Pendidikan Pancasila. Tujuan utama adalah memastikan mahasiswa tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila, tetapi mampu mempraktikkannya sebagai karakter bangsa yang unggul, inovatif, dan berintegritas di tengah arus globalisasi.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










