Cekcok, Adik Bacok Kakak Ipar di Mojokerto

selalu.id - Peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh adik kepada kakak ipar terjadi di Dusun Tanjungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Korban yaitu Suprat (60), sedangkan pelaku yang merupakan adik kandung dari korban adalah Joko (48). Keduanya memang sudah sering cekcok lantaran tinggal di satu rumah.
Luluk, kakak ipar korban mengatakan, perselisihan antara Suprat dan Joko hampir terjadi setiap hari. Cekcok keduanya tersebut kerap dipicu masalah sepele karena keduanya saling tidak menyukai.
"Setiap hari cekcok, hal kecil jadi masalah. Hubungan mereka ipar. Istrinya Suprat itu kakaknya Joko, dan Joko ini adik kandung saya,” kata Luluk, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, selama ini pertengkaran hanya sebatas adu mulut dan belum pernah berujung pada kekerasan fisik. “Kalau tantangan atau berkelahi baru hari ini, sebelumnya cuma cekcok saja,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Tanjungan, Rikin menjelaskan, bahwa peristiwa bermula dari cekcok di dalam rumah yang kembali terjadi. Situasi kemudian memanas hingga pelaku mengambil senjata tajam.
"Awalnya bertengkar, lalu Joko ke belakang mengambil alat. Pak Suprat tidak tahu kalau Joko ambil senjata tajam. Tahu-tahu sudah dibawa, mau direbut tapi tidak bisa, langsung dibacok," ungkapnya.
Ditempat berbeda, Kapolsek Kemlagi AKP Marianto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga dekat. "Pelaku dan korban masih family, Suprat itu kakak iparnya Joko," jelas Marianto.
Menurutnya, pelaku diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang dapat kambuh apabila mengalami tekanan psikologis.
"Joko ini punya penyakit epilepsi, jadi kadang-kadang mengalami gangguan. Kalau ada tekanan, penyakitnya bisa kambuh," bebernya.
AKP Marianto menjelaskan, saat kejadian Joko mengambil sebilah parang dari dalam kamar setelah terlibat cekcok dengan korban.
"Awalnya cekcok di rumah, Joko ambil parang di kamarnya. Saat bertengkar ditepis sama Suprat, namun tetap mengenai kepala, tepatnya kulit rambut dan pelipis sebelah kanan," terangnya.
Ia menambahkan, luka korban tidak lebih parah karena sempat menghindar. “Kalau tidak menghindar, bisa mengenai kepala dan akibatnya lebih fatal,” jelasnya.
Akibat serangan tersebut, Suprat mengalami luka bacok di bagian kepala dan pelipis kanan. Sementara pelaku tidak mengalami luka sama sekali. Hasil visum hingga kini masih menunggu keluar.
“Joko tidak ada luka. Saat kambuh epilepsi, pelaku sempat terlentang di jalan dan mengeluarkan busa,” tambah Kapolsek.
Usai kejadian, korban sempat berlari keluar rumah sebelum akhirnya ditolong warga. Korban kemudian dilarikan ke RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto untuk mendapatkan perawatan medis. Pelaku juga saat ini dirawat di rumah sakit yang sama.
“Kondisi korban Suprat sudah membaik. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah parang,” ujar AKP Marianto.
Terkait penanganan hukum, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi lebih lanjut.
“Kemungkinan perkara ini akan kami limpahkan ke Polres Mojokerto Kota, namun masih akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan kepala desa,” pungkasnya.

Tags:

You May Also Like

3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Jember Marching Band Siapkan Tim Unggulan, 36 Atlet Lolos Seleksi Tahap Kedua
Jember Marching Band Siapkan Tim Unggulan, 36 Atlet Lolos Seleksi Tahap Kedua
Jawab Tantangan Wali Kota Eri, Ketua Harian PMI Surabaya Pastikan Bersinergi dengan Kampung Pancasila
Jawab Tantangan Wali Kota Eri, Ketua Harian PMI Surabaya Pastikan Bersinergi dengan Kampung Pancasila
Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila
Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila