Cicilia Jöozher, Cintai Diri Sendiri Dulu Baru Orang Lain
Iniloh.com Jakarta- Cicilia Jöozher, yang akrab disapa Nadira Cicilia, adalah sosok kreator konten yang memilih Jogja sebagai rumah kedua.
Meski lahir di Kepulauan Riau, perempuan ber-KTP Jogja ini mengaku jatuh cinta pada ketenangan dan keramahan kota tersebut.
“Orang sini itu hangat. Bahkan yang tidak kenal pun tetap menyapa saat berpapasan,” ujarnya.
Kedamaian inilah yang membuatnya betah menetap di Jogja, jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Karir Cicilia di dunia digital dimulai sejak 2011, kala masih kuliah. Saat itu, ia menjadi admin akun publik di Twitter dan merintis bisnis online shop.
Tak berhenti di situ, ia hijrah ke Instagram di era awal monetisasi platform tersebut.
“Dulu ada web khusus yang menghubungkan kreator dengan klien untuk iklan.Saya sempat menikmati itu,” kenangnya.
Namun, perjalanan tak selalu mulus. Cicilia sempat vakum cukup lama sebelum memutuskan comeback dua tahun terakhir.
“Sekarang berusaha konsisten lagi. Semoga bisa kembali jadi MVP,” candanya penuh semangat.
Baginya, vakum bukan akhir segalanya. Justru, masa jeda itu ia gunakan untuk memperkaya diri dengan membaca dan riset, baik dari kehidupan sehari-hari maupun tokoh publik.
“Saya belajar banyak dari hal sederhana. Itu yang membuat konten saya tetap relevan,” jelasnya.
Cicilia memilih fokus pada konten lifestyle yang mengangkat kesehariannya. “Saya ingin akrab dengan audiens, seperti teman dekat,” tuturnya.
Gaya komunikasi santai dan jujur inilah yang membuat pengikutnya merasa terhubung.
Namun, sebagai kreator, ia tak luput dari kelelahan mental.
Saat burnout menghampiri, Cicilia tak segan mengambil jeda: berpuasa media sosial, grounding, atau menikmati waktu sendiri dengan ngopi atau membaca buku.
“Istirahat itu penting. Kalau dipaksakan, hasilnya nggak maksimal,” tegasnya.
Di balik tawa riangnya, Cicilia punya prinsip hidup yang kuat.
Pesan utamanya sederhana: “Cintai diri sendiri dulu, baru orang lain. Kamu itu berharga.”
Ia menekankan pentingnya menjaga mental dengan meninggalkan hal-hal negatif, termasuk pertemanan toxic.
“Hindari hubungan yang nggak saling mendukung, apalagi cuma bersaing demi gengsi,” ucapnya.
Bagi Cicilia, rendah hati dan fokus pada tujuan adalah kunci.
Harapannya ke depan pun jelas: sehat, bahagia, dan sukses menjalani semua rencana.
“Semoga apa yang diusahakan bisa terwujud, terlaksana, plus kaya raya tentunya,” selorohnya sambil tertawa.
Namun, ia tak lupa menambahkan: “Kaya hati juga penting, ya!”
Ketenangan Jogja bukan hanya menjadi latar belakang hidup Cicilia, tapi juga memengaruhi konten dan gaya hidupnya.
Ia sering membagikan sudut-sudut kota yang ia sukai, mulai dari kedai kopi tersembunyi hingga interaksi dengan warga lokal.
“Di sini, saya belajar bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil,” katanya.
Kini, di tengah upayanya kembali konsisten berkarya, Cicilia ingin membuktikan bahwa vakum bukan akhir.
Dengan strategi konten yang autentik dan mentalitas tangguh, ia bertekad menulis babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Pesannya untuk pembaca?
“Jangan takut berproses. Yang penting tetap semangat, rendah hati, dan jaga energi positif!”
Source image: Cicilia

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










