Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

selalu.id - Puncak musim hujan telah tiba. Dalam kondisi ini, tak banyak orang abai terhadap kesehatan.
Padahal, musim hujan dengan tingkat kelembapan tinggi membuat kuman dan bakteri lebih mudah berkembang biak. 
Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan, jika kebersihan makanan tidak terjaga.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi.
Perawat dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Firman mengingatkan, selain menjaga daya tahan tubuh, masyarakat juga perlu lebih selektif dalam memilih makanan agar tidak mudah jatuh sakit saat musim hujan.
"Yang pertama perlu dihindari adalah makanan terbuka, yaitu makanan yang disajikan tanpa penutup," kata Firman dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Rabu (4/2/2026).
Makanan yang dibiarkan terbuka, terutama di pinggir jalan, sangat berisiko terpapar bakteri dari lalat maupun udara yang tercemar. Menurutnya, bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria kerap ditemukan pada makanan yang terkontaminasi. 
Jika masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi saluran cerna dengan gejala seperti sakit perut, diare, mual, muntah, hingga penyakit serius seperti tifus.
Jenis makanan kedua yang sebaiknya dihindari adalah makanan mentah atau setengah matang. 
Firman menjelaskan, makanan yang belum dimasak dengan sempurna memiliki peluang lebih besar membawa bakteri dibandingkan makanan matang.
"Makanan mentah masih memungkinkan banyak bakteri menempel. Jika langsung dikonsumsi, bakteri tersebut ikut masuk ke dalam tubuh dan bisa berkembang biak," jelasnya.
Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat memicu munculnya penyakit. Untuk meminimalkan risiko, Firman menyarankan agar bahan makanan dicuci bersih dengan air mengalir sebelum dimasak, dimasak hingga benar-benar matang, serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Ketiga, Firman mengingatkan agar tidak berlebihan mengonsumsi gorengan selama musim hujan. Cuaca dingin membuat proses metabolisme tubuh melambat, sehingga tubuh tidak cepat merasa lapar seperti biasanya.
"Dalam kondisi metabolisme menurun, makanan berlemak seperti gorengan akan lebih sulit dicerna," bebernya.
Sejumlah penelitian menunjukkan gorengan mengandung lemak jenuh yang berpotensi menumpuk di dalam tubuh, memicu kenaikan berat badan tidak normal hingga obesitas. 
Tak hanya itu, konsumsi gorengan yang terlalu sering juga berisiko bagi kesehatan jantung. Lemak jenuh dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada hipertensi, serangan jantung, dan stroke.
"Karena itu, di musim hujan sebaiknya lebih bijak memilih makanan. Perbanyak makanan sehat, bergizi seimbang, dan pastikan kebersihannya," pungkas Firman.
 

Tags:

You May Also Like

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah
Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah
626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim
626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim
Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya
Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya
Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan
Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan
OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta
OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta
Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?
Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?