Dapur Bergizi Perdana di Sukomanunggal Resmi Beroperasi, Ribuan Pelajar Siap Nikmati MBG

selalu.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto mulai dirasakan langsung warga Surabaya Barat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simorejo, Kecamatan Sukomanunggal, resmi beroperasi dan siap melayani ribuan penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga ibu hamil.
SPPG Simorejo yang berada di Jalan Simorejo VII Nomor 27 itu diresmikan pada Minggu (11/1/2026). Kehadiran dapur bergizi ini menjadi yang pertama di wilayah Sukomanunggal dan disambut antusias warga setempat.
Ketua Yayasan Bakti Desa Nusantara, M. T. Junaedy, menyebut peresmian SPPG Simorejo sebagai wujud nyata implementasi program unggulan pemerintah di tingkat akar rumput.
“Ini program yang sudah lama ditunggu masyarakat. Melalui dapur ini, anak-anak bisa mendapatkan asupan gizi yang layak dan merata,” ujar Junaedy usai peresmian.
Ia menegaskan, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Dapur produksi menyerap tenaga kerja dari warga sekitar dan melibatkan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok bahan makanan.
“Harapannya, dapur ini menjadi penggerak ekonomi lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Owner Yayasan Bakti Desa Nusantara, Indah Wijaya. Ia menyebut pendirian dapur bergizi bukan sekadar program sosial, melainkan bentuk pengabdian.
“Untuk Sukomanunggal ini perdana. Kami ingin dapur MBG merata dan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Indah.
Ia mengungkapkan, Yayasan Bakti Desa Nusantara telah mengelola puluhan dapur serupa di berbagai wilayah Surabaya dan sekitarnya. Respons masyarakat, terutama para siswa, disebut sangat positif.
“Anak-anak sering kirim surat kecil, minta menu tertentu. Itu membuat kami semakin semangat. Sekarang mereka bisa sarapan bergizi gratis sebelum belajar,” ujarnya.
Mitra pengelola SPPG Simomulyo Simorejo, Sulaiman, menjelaskan dapur tersebut memiliki kapasitas hingga 3.000 penerima manfaat. Pada tahap awal, sebanyak 1.125 penerima manfaat telah terdata, termasuk siswa SMPN 25 Surabaya.
“Kami memprioritaskan pekerja dari warga sekitar. Saat ini ada sekitar 50 orang yang terlibat langsung,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari lingkungan sekitar. Ketua RT 05 Simomulyo, Supardi. Ia mengaku bersyukur bahwa lokasi dapur yang sebelumnya rumah kosong kini berubah menjadi fasilitas bersih dan higienis.
“Warga sangat mendukung. Ini membawa harapan baru, terutama untuk menekan stunting di kampung kami,” ujarnya.

Tags:

You May Also Like

Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Jember Marching Band Siapkan Tim Unggulan, 36 Atlet Lolos Seleksi Tahap Kedua
Jember Marching Band Siapkan Tim Unggulan, 36 Atlet Lolos Seleksi Tahap Kedua