Dianra Pertiwy, Percayalah Pada Proses!
Iniloh.com Jakarta,- Dari hamparan hijau dan udara sejuk Enrekang, Sulawesi Selatan, Dianra Pertiwy memulai jejaknya.
Kota kelahirannya itu, dengan pemandangan alam memukau, membekas dalam ingatannya sebagai tempat yang menenangkan jiwa.
Kini, jejak hidupnya membawanya ke Masamba, Luwu Utara, masih di bumi Sulsel, mengikuti tugas suami dan membangun keluarga baru di sana.
Peran utamanya hari ini adalah sebagai seorang ibu rumah tangga, di mana hari-harinya diisi dengan mengurus buah hati dan mengelola rumah tangga.
Namun, di tengah rutinitas itu, ada satu aktivitas yang tak hanya menjadi penyeimbang, tapi juga sumber energi dan identitas barunya: lari.
Awal mula cintanya pada lari tercipta bukan dari ambisi pribadi, melainkan dari kebersamaan.
“Awal suka lari itu karena sering ikut suami keluar daerah kalau ikut event lari,” cerita Dianra.
Dari sekadar menemani di pinggir lintasan, muncul keinginan dalam benaknya: “Kok ngga ikut juga ya?” Pikiran itu menjadi titik tolak.
Ia pun memberanikan diri mulai latihan selama 1 tahun, mengikuti beberapa event, dan kini, lari telah menjelma menjadi aktivitas wajib yang tak bisa ditinggalkan.
“Sampai sekarang sudah jadi aktivitas wajib,” ungkapnya dengan senyum.
Yang mencolok dari Dianra adalah sikapnya terhadap tantangan. “Saya lebih banyak sukanya, kalau duka ngga terlalu aku fikirin,” katanya lugas.
Ia memilih fokus pada kebahagiaan dan manfaat yang didapat kesehatan, semangat, dan kepuasan menyelesaikan setiap kilometer.
Kedisiplinan menjadi kuncinya. Ia memiliki program latihan mingguan yang jelas.
“Setiap 1 Minggu itu aku ada programnya, jadi ikuti jadwalnya,” jelasnya tentang rutinitas yang memberinya struktur di tengah kesibukan domestik.
Harapan Dianra untuk kehidupannya terdengar jernih dan penuh syukur: Ia berharap semua kegiatan positifnya terutama lari membawanya pada kehidupan yang selalu sehat, tenang, bahagia.
Lebih dari itu, ada keinginan mulia, bisa menjadi inspirasi banyak orang.
Ia ingin kisah transformasinya dari pendamping menjadi pelari memberi semangat pada orang lain.
Pesan yang Dianra titipkan untuk semua yang membaca kisahnya singkat namun penuh kekuatan:
“Percaya pada proses, karena itu akan membawamu ke puncak yang kau inginkan.”
Pesan ini adalah refleksi sempurna dari perjalanannya sendiri.
Ia tak langsung menargetkan maraton; ia memulai dari mengikuti suami, lalu mencoba latihan, ikut event kecil, hingga lari menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Setiap langkah kakinya di lintasan adalah bukti nyata keyakinannya pada proses bertahap.
Source image: dianra

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










