DPRD Surabaya Ingatkan ASN Harus Optimal Layani Publik saat Lebaran

selalu.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi mengingatkan agar fleksibilitas kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Lebaran 2026 tidak berdampak pada turunnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Azhar Kahfi menegaskan, meskipun WFA diberlakukan mulai 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026, ASN tetap harus menjaga produktivitas serta memastikan layanan kepada warga tetap berjalan optimal.
“Momentum Lebaran memang penting bagi ASN untuk berkumpul dengan keluarga. Tapi masyarakat juga tetap membutuhkan layanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, perizinan hingga bantuan sosial. Di titik itu, negara harus tetap hadir,” tegasnya, Rabu (11/3/2026).
Menurut Azhar, sejumlah perangkat daerah memiliki layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga dan tidak mengenal jeda pelayanan.
Di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Politisi Partai Gerindra itu menekankan, perubahan pola kerja tidak boleh membuat masyarakat merasakan perlambatan layanan.
“Jangan sampai warga merasa pelayanan melambat hanya karena pola kerja berubah. Ukurannya sederhana, apakah masyarakat tetap terlayani dengan cepat, jelas, dan tanpa dipersulit,” jelasnya.
Azhar menjelaskan kebijakan WFA merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang lebih adaptif. Namun menurutnya, sistem kerja fleksibel harus diimbangi dengan kesiapan layanan digital serta pengukuran kinerja berbasis hasil.
“Kalau sistemnya sudah matang, lokasi kerja bukan lagi persoalan. Yang diukur adalah hasil dan kecepatan layanan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas serta koordinasi antarperangkat daerah selama kebijakan tersebut berlangsung. Setiap dinas diminta menyusun pembagian jadwal kerja yang proporsional serta sistem pemantauan kinerja berbasis output.
“WFA adalah bentuk fleksibilitas, bukan pengurangan tanggung jawab. ASN tetap memegang mandat pelayanan publik. Surabaya sudah dikenal sebagai kota dengan birokrasi yang responsif. Standar itu harus tetap dijaga,” tandas Azhar.

Tags:

You May Also Like

Chelsea vs PSG: Diprediksi Sengit, Berakhir dengan Skor Imbang
Chelsea vs PSG: Diprediksi Sengit, Berakhir dengan Skor Imbang
Bupati Fawait Tegaskan Urus KTP hingga Layanan Kesehatan di Jember Gratis
Bupati Fawait Tegaskan Urus KTP hingga Layanan Kesehatan di Jember Gratis
Rusak Lahan Pertanian, Galian C di Mojokerto Didemo Warga hingga Mahasiswa
Rusak Lahan Pertanian, Galian C di Mojokerto Didemo Warga hingga Mahasiswa
PKS DPRD Jatim Tagih Bukti Keberpihakan Jamkrida ke UMKM Sebelum Disuntik Modal
PKS DPRD Jatim Tagih Bukti Keberpihakan Jamkrida ke UMKM Sebelum Disuntik Modal
83 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tertahan di Makkah, DPR RI Minta Pemerintah Jamin Keselamatan
83 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tertahan di Makkah, DPR RI Minta Pemerintah Jamin Keselamatan
Viral, Aksi Standing Motor di Mojokerto Berujung Kecelakaan
Viral, Aksi Standing Motor di Mojokerto Berujung Kecelakaan