Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang di Mojokerto Keracunan MBG

selalu.id - Telur diduga besar menjadi penyebab keracunan ratusan siswa, santri dan orang tua makan bergizi gratis dengan menu soto ayam di beberapa sekolah di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Hal itu diungkapkan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo. Ia mengatakan, investigasi mengarah pada telur ayam rebus dibeli dari pihak ketiga sebagai sumber masalah dalam program makanan bergizi gratis (MBG) menu soto ayam.
"Secara detail kami tidak bisa menyampaikan disini karena kami bukan ahlinya, namun decara garis besar, hasil diskusi tadi penyebabnya mengarah pada dugaan sementara adanya pembelian telur matang," kata Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo.
Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan dari Labkesda Kabupaten Mojokerto, terhadap sampel makanan dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Pondok Pesantren Al Hidayah, Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, serta sampel muntahan korban. 
Ia menambahkan, telur rebus itu dibeli SPPG dari pihak ketiga. Telur dimasak pada Rabu, 7 Januari 2026 malam dan diantarkan ke SPPG pada Kamis, 8 Januari 2026 sore. 
Sedangkan, menu MBG berupa soto ayam tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB. Keesokan harinya, Sabtu, 10 Januari 2026, ratusan siswa mulai menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare.
"Karena adanya rentang waktu dari Rabu malam sampai Kamis, itu kami akan dalami lagi. Dugaan kami seperti itu," pungkasnya. 
Diberitakan sebelumnya, keracunan massal menu makan bergizi gratis terjadi di Kecamatan Kutorejo. Korban mengalami gejala keracunan seperti diare, muntah dan pusing pasca menyantap menu soto ayam.
Menu soto ayam ini disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Sebanyak 7 sekolah terdampak keracunan menu mbg ini. SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang menyediakan ribuan menu mbg di Kecamatan Kutorejo.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menetapkan insiden ini menjadi kejadian luar biasa (KLB). Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sempat meninjau para korban di Pondok Pesantren Ma'had An Nur dan RSUD Prof dr Soekandar.

Tags:

You May Also Like

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu
Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu
Kemenkum Jatim Alokasikan Rp6,8 M untuk Program Bantuan Hukum dan Kegiatan Litigasi
Kemenkum Jatim Alokasikan Rp6,8 M untuk Program Bantuan Hukum dan Kegiatan Litigasi