Jaga Iklim Bisnis, Satgas Penanganan Premanisme Target Tangkap Pelaku 2x24 Jam

Selalu.id - Aksi premanisme yang kerap jadi perbincangan, dijawab Pemerintah kota dan Forkopimda Kota Surabaya melalui Satgas Penanganan Premanisme.
Pemkot menjamin setiap laporan gangguan terhadap pengusaha akan ditangani cepat, terkoordinasi, dan tanpa biaya.
“Begitu ada laporan, Satgas langsung turun bersama. Target kami jelas, maksimal 2x24 jam harus selesai dan pelakunya tertangkap,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (11/1/2026).
Eri menegaskan, Satgas Penanganan Premanisme bukan sekadar simbol. Tim ini melibatkan seluruh unsur Forkopimda, mulai dari Pemkot, TNI, Polri, hingga kejaksaan, sehingga penanganan dilakukan satu komando dan tidak berlarut-larut.
Menurut Eri, kehadiran Satgas merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga iklim investasi di Kota Pahlawan. Ia menyebut, pengusaha memiliki peran penting dalam pembangunan kota melalui pajak yang dibayarkan.
“Pengusaha membayar pajak, dan pajak itu kembali ke masyarakat untuk sekolah gratis, layanan kesehatan gratis, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Maka tugas kami menjaga agar pengusaha merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Untuk memudahkan pengaduan, Pemkot membuka akses pelaporan melalui Call Center 112 dan Call Center Polri 110. Eri memastikan, seluruh layanan Satgas bersifat gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.
Dalam kesempatan itu, Eri juga menyinggung kinerja Satgas Anti Mafia Tanah yang telah lebih dulu bergerak menangani sengketa sertipikat tanah. Salah satu kasus bahkan telah berproses di pengadilan.
“Sudah ada kasus yang berjalan dan sekarang masuk tahap pembuktian di pengadilan. Ini bukti bahwa Satgas bekerja,” jelasnya.
Selain soal keamanan, Pemkot Surabaya juga mendorong pengusaha menerapkan sistem parkir portal dan pembayaran non tunai berbasis digital. Sistem ini dinilai mampu menekan potensi konflik di lapangan sekaligus menciptakan transparansi.
“Bisa pakai gate system atau EDC. Pembayaran parkir bisa QRIS atau e-money. Ini lebih tertib, transparan, dan menghindari gesekan,” imbuh Eri.
Ketua Apkrindo Jawa Timur, Ferry Setiawan, menyambut positif langkah Pemkot Surabaya. Ia menilai, jaminan keamanan dari Satgas Penanganan Premanisme menjadi angin segar bagi pelaku usaha, khususnya kafe dan restoran yang beroperasi di luar pusat perbelanjaan.
“Selama ini memang ada keluhan, tapi banyak yang memilih diam. Dengan adanya Satgas ini, pengusaha jadi punya keberanian untuk melapor,” kata Ferry.
Ia berharap, upaya Pemkot Surabaya tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga berdampak pada peningkatan investasi dan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami mendukung penuh. Kalau ada gangguan, jangan takut melapor. Pemerintah sudah membuka jalannya,” pungkasnya.

Tags:

You May Also Like

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah