Jelang Tayang, Pemain Alas Roban Bagikan Kisah Syuting di Kawasan Angker

selalu.id – Jajaran pemain film horor Alas Roban menyapa ratusan penggemar dalam acara meet and greet di Royal Plaza Surabaya, menjelang penayangan perdana film tersebut pada 15 Januari 2026. Michelle Ziudith, Fara Shakila, dan Taskya Namya hadir membagikan pengalaman selama proses produksi film yang mengangkat folklor legendaris jalur angker Alas Roban.
Dalam wawancara dengan selalu.id di lokasi acara, Michelle Ziudith yang memerankan Sita mengungkapkan keputusan tim produksi untuk melakukan syuting langsung di kawasan Alas Roban yang dikenal sakral dan memiliki banyak pantangan. "Menariknya adalah syuting-nya langsung di Alas Roban, yang jelas-jelas masih dilarang dan sangat sakral. Banyak yang boleh dan tidak boleh dilakukan," ujarnya, Minggu (28/12/2025).
Michelle menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk mendapatkan atmosfer cerita yang lebih otentik.
"Meskipun tempatnya klenik, kita tetap shooting di situ untuk mendapatkan suasana misteri dan tempat-tempat tragedi yang dibutuhkan," lanjutnya.
Fara Shakila yang memerankan Gendis, putri Sita yang memiliki keterbatasan penglihatan, mengaku mengalami sejumlah momen menegangkan selama proses syuting. "Seru, pernah kejadian horor langsung di Alas Robannya. Takut sih sebenarnya," ungkapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Taskya Namya yang berperan sebagai Tika menyebut kebersamaan para pemain menjadi pengalaman paling berkesan, termasuk reuni dengan Michelle setelah 12 tahun. "Ini film horor pertama bareng Michelle, setelah ketemu di FTV dulu. Ngatur chemistry dengan semua cast dan sutradara mudah, dan kebersamaan kita yang paling berkesan," katanya.
Saat ditanya alasan film Alas Roban layak ditonton, Michelle menekankan kekuatan cerita yang berangkat dari folklor yang telah melekat di masyarakat. "Ini folklor yang banyak diketahui Indonesia, dengan jalanan Alas Roban yang penuh misteri dan tragedi. Difilmkan dengan hangat lewat kisahnya ibu Sita, Tika, dan Gendis – akan menjadi film horor yang menyeramkan sekaligus menghangatkan hati," jelasnya.
Pendapat serupa disampaikan Taskya. Menurutnya, film ini tidak hanya menawarkan horor, tetapi juga drama yang emosional. "Kalau kalian cari kehororan, ada. Tapi ada cerita di belakang yang akan bikin menangis dan kangen sama ibu," ujarnya.
Alas Roban disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, diproduseri Oswin Bonifanz dari Unlimited Production, dan ditulis oleh Evelyn Afnilia. Film ini berkisah tentang Sita, seorang ibu tunggal asal Pekalongan yang bekerja di rumah sakit Semarang. Bersama putrinya, Gendis, ia menaiki bus terakhir yang melintasi jalur Alas Roban, sebelum bus tersebut mogok di tengah perjalanan.
Sejak kejadian itu, Gendis mulai mendengar suara asing, menggambar simbol misterius, dan mengalami kerasukan karena menjadi incaran Dewi Raras yang diperankan Imelda Therinne. Sosok tersebut murka akibat janji ritual lama yang dilupakan.
Dengan bantuan Tika, sopir ambulans Anto yang diperankan Rio Dewanto, serta penjaga spiritual Bu Emah yang dimainkan Dewi Pakis, Sita harus kembali ke Alas Roban untuk menggelar ritual terakhir sebelum malam keramat tiba demi menyelamatkan putrinya. Film Alas Roban dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026.

Tags:

You May Also Like

Data Warga Muncul di Website, Dispendukcapil Surabaya Klaim Bukan Kebocoran
Data Warga Muncul di Website, Dispendukcapil Surabaya Klaim Bukan Kebocoran
Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis
Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis
Bandara Notohadinegoro Kini Miliki Layanan BBM Pesawat, Harga Tiket Jadi Lebih Murah
Bandara Notohadinegoro Kini Miliki Layanan BBM Pesawat, Harga Tiket Jadi Lebih Murah
Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Kasus Kredit Fiktif di Bali
Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Kasus Kredit Fiktif di Bali
Pemkot Mojokerto Umumkan Pemenang Pengadaan Alat Tulis Kantor, Ini Daftarnya
Pemkot Mojokerto Umumkan Pemenang Pengadaan Alat Tulis Kantor, Ini Daftarnya
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks