Korban Bertambah, Keracunan Soto Ayam MBG Mojokerto Capai 384 Orang
selalu.id – Jumlah korban keracunan menu soto ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto bertambah menjadi 384 orang. Korban terdiri dari siswa dan orang tua siswa.
Pantauan di RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, hingga Selasa (13/1/2026), puluhan korban masih menjalani perawatan medis akibat insiden tersebut.
Data RSUD Prof dr Soekandar mencatat, dari total 65 korban yang sempat dirawat sejak Sabtu (10/1/2026) pasca menyantap menu soto ayam MBG, sebanyak 26 orang masih menjalani perawatan. Menu tersebut didistribusikan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
“Penanganan update terakhir, sudah banyak yang KRS. Sebanyak 25 orang sudah pulang, yang masih dirawat di tempat kami tersisa 26 orang. Rencana KRS anak-anak 10 orang dan dewasa enam orang,” kata Koordinator Dokter IGD RSUD Prof dr Soekandar, dr Agi Fristawan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menyampaikan bahwa total korban terdampak keracunan MBG mencapai 384 orang berdasarkan data terbaru.
“Data terbaru sampai pukul 20.00 WIB kemarin, jumlah korban keracunan 384 orang, dengan rawat inap 158 orang,” ujarnya.
Sebelumnya, keracunan massal menu MBG terjadi di Kecamatan Kutorejo. Para korban mengalami gejala seperti diare, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu soto ayam.
Menu tersebut disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang yang berlokasi di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya tujuh sekolah terdampak dalam insiden ini, dengan ribuan porsi MBG didistribusikan di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga sempat meninjau korban di Pondok Pesantren Ma’had An Nur dan RSUD Prof dr Soekandar.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










