Kunjungan Tembus 86 Ribu, Kebun Raya Mangrove Sumbang PAD Terbesar DKPP

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyampaikan capaian pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya (KRM) sepanjang 2025. Kawasan yang berfungsi sebagai konservasi dan edukasi lingkungan ini memiliki luas sekitar 34 hektare yang tersebar di Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo.
Berdasarkan data DKPP, hingga Juli 2025 koleksi tanaman mangrove di Kebun Raya Mangrove Surabaya mencapai sekitar 74 jenis. Keberagaman koleksi tersebut merupakan bagian dari mandat kebun raya dalam menjaga keanekaragaman hayati, mendukung penelitian, serta sarana edukasi lingkungan.
“Pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya sepanjang tahun 2025 berjalan positif dan berada pada arah yang tepat, baik dari aspek konservasi ekosistem, edukasi lingkungan, maupun pelayanan publik berbasis keberlanjutan,” ujar Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Jumat (26/12/2025).
Antiek menjelaskan, fokus pengelolaan saat ini diprioritaskan di KRM Gunung Anyar melalui penguatan sarana dan prasarana, penataan kawasan, serta peningkatan ketahanan wilayah pesisir. Sementara itu, KRM Wonorejo tetap dikelola sebagai kawasan konservasi dan edukasi mangrove.
Dari sisi kunjungan, data Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Mangrove mencatat jumlah pengunjung di KRM Gunung Anyar dan Wonorejo mencapai 86.021 orang sejak Januari hingga 21 Desember 2025. Kunjungan tertinggi terjadi pada akhir pekan, libur panjang, hari besar keagamaan, serta masa Natal dan Tahun Baru.
Akses menuju kawasan KRM juga didukung transportasi publik, di antaranya mobil feeder Wira Wiri hingga area parkir Gunung Anyar serta armada Bus SSCT Surabaya Sightseeing and City Tour pada waktu tertentu.
Selain fungsi konservasi, Kebun Raya Mangrove Surabaya turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi tersebut meningkat sejak diberlakukannya Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perwali Nomor 26 Tahun 2025 tentang Retribusi Daerah.
“Selama ini KRM telah memberikan kontribusi terhadap PAD sejak tahun 2024, dan dua tahun terakhir menjadi penyumbang terbesar PAD objek wisata di DKPP,” kata Antiek.
Ia menegaskan bahwa kontribusi PAD bukan tujuan utama pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya, melainkan bagian dari pengembangan ekowisata. Peningkatan pendapatan daerah dilakukan secara bertahap melalui penataan layanan, peningkatan fasilitas, serta penerapan tarif resmi sesuai regulasi tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.
Dalam pengelolaannya, KRM juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Tercatat sebanyak 20 pelaku UMKM makanan dan minuman serta 25 pelaku UKM produk cendera mata beroperasi di kawasan tersebut, dengan total omzet mencapai Rp605.262.500 hingga November 2025.
Antiek juga menegaskan bahwa Kebun Raya Mangrove Wonorejo memiliki mandat khusus sebagai kebun raya. Fokus utamanya adalah konservasi ex situ dan in situ, penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, serta pengembangan koleksi tanaman mangrove.

Tags:

You May Also Like

Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis
Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis
Bandara Notohadinegoro Kini Miliki Layanan BBM Pesawat, Harga Tiket Jadi Lebih Murah
Bandara Notohadinegoro Kini Miliki Layanan BBM Pesawat, Harga Tiket Jadi Lebih Murah
Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Kasus Kredit Fiktif di Bali
Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Kasus Kredit Fiktif di Bali
Pemkot Mojokerto Umumkan Pemenang Pengadaan Alat Tulis Kantor, Ini Daftarnya
Pemkot Mojokerto Umumkan Pemenang Pengadaan Alat Tulis Kantor, Ini Daftarnya
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen