Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim
selalu.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan monitoring langsung ke sejumlah pelanggan gas bumi dan lokasi offtake station PGN di Jawa Timur untuk memastikan keandalan pasokan gas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Sinergi antara regulator dan badan usaha niaga ini dilakukan untuk menjaga distribusi gas bumi tetap andal bagi pelanggan sektor industri, komersial, dan rumah tangga selama masa libur panjang.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana, Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo, serta General Manager PGN Sales Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto bersama jajaran.
Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan pasokan gas bumi tetap aman, khususnya bagi sektor layanan publik dan industri strategis selama periode Nataru.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan suplai gas bumi selama perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi aman tanpa gangguan operasional.
“Suplai gas bumi selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional,” ujarnya.
Menurut Wahyudi, kondisi penyaluran justru relatif lebih aman karena kapasitas pasokan mencukupi kebutuhan pelanggan. Sistem distribusi dan pengangkutan gas berjalan normal, sementara sektor kelistrikan tetap beroperasi stabil.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya yang telah menggunakan gas bumi sejak 1998. Pihak rumah sakit menyampaikan selama lebih dari dua dekade pemanfaatan gas bumi, tidak pernah terjadi gangguan pasokan.
Selain keandalan, gas bumi juga dinilai memberikan efisiensi signifikan dari sisi biaya. Konsumsi gas bumi di rumah sakit tersebut tercatat mampu menekan biaya hingga sekitar 53 persen.
Kunjungan juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Kabupaten Gresik, pelanggan sektor industri dengan konsumsi gas sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan. Perusahaan tersebut saat ini tengah melakukan pengembangan kawasan dan penambahan pabrik baru, yang membutuhkan pasokan gas berkelanjutan.
Wahyudi menyebut, kunjungan lapangan ini sekaligus menegaskan peran seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kontinuitas pasokan energi.
“Kunjungan ke sektor industri dan rumah sakit ini menjadi penegasan peran regulator, operator pipa transmisi, dan badan usaha niaga agar penyaluran gas bumi tidak mengalami gangguan,” katanya.
Dari sisi operator niaga, Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan PGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak November hingga 11 Januari.
“Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru, PGN telah melakukan berbagai persiapan dengan membentuk Satgas,” ujarnya.
Eri menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang dijalankan Satgas, yakni memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan seluruh kontrak pasok, serta penerapan reliability strategy. PGN juga menyiapkan pasokan alternatif melalui skema beyond pipeline seperti CNG.
Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto menyampaikan realisasi penyaluran gas selama periode Nataru di wilayah SOR III mencapai sekitar 236 hingga 241 BBTUD.
Sebagian besar penyaluran gas digunakan untuk pembangkit listrik, seperti di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.
Hedi memastikan kesiapan layanan gas bumi di wilayah SOR III berjalan optimal agar seluruh sektor pelanggan tetap aman selama periode Nataru.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










