Maharatih, SH. MH: Hidup Adalah Seni yang Harus Dirajut dengan Kesadaran Penuh

Iniloh.com– Maharatih, perempuan berdarah Gianyar Bali yang kini menetap di Kota Denpasar, adalah sosok yang mengajarkan bahwa hidup adalah kanvas, setiap pilihan adalah goresan warna yang membentuk mahakarya.

Lahir dan besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), ia menghabiskan masa kecil hingga SMA di tanah Flobamora yang kental dengan ikatan kekeluargaan.

Orang tua saya merantau ke NTT, tapi nilai kebersamaan di sana begitu melekat. Itu yang membentuk saya menjadi pribadi yang menghargai hubungan antar manusia,” ujarnya.

Selepas SMA, ia merantau ke Bali untuk kuliah, bekerja, dan menemukan cinta.

Kini, sebagai istri yang menjalani long distance marriage selama 7 bulan, kerinduannya pada tanah kelahiran dan suami menjadi bumbu yang menguatkan tekadnya.

Dengan latar belakang Magister Hukum dari universitas terbaik di Denpasar, Maharatih tak terjebak dalam stereotip kaku.

Ia memilih berkarir sebagai Relationship Manager di sebuah bank, mengombinasikan keahlian analitis dengan seni membangun relasi.

Bekerja di perbankan mengajarkan saya tentang dinamika manusia dan keuangan. Tapi di luar itu, saya ingin hidup yang seimbang,” ungkapnya.

Meski karirnya mapan, ia tak melupakan kerinduan akan NTT.

Jika berjodoh, saya ingin suatu hari mengajak suami pulang ke tanah kelahiran, merasakan momen bahagia di sana,” tambahnya.

Di tengah kesibukan kerja dan jarak dengan suami, Maharatih menemukan pelarian dalam olahraga.

Awalnya sekadar mencari kesehatan, kini ia aktif di berbagai event lari, trampoline, zumba, pilates, dan hiking.

Olahraga itu mood booster saya. Saat sampai puncak gunung, rasa damai itu tak tergantikan,” ceritanya.

Aktivitas ini bukan hanya mengusir penat, tapi juga menjadi cara menjaga kewarasan di tengah rindu yang menggapai.

Syukurnya, suami sangat supportif. Asal saya bahagia dan di jalan benar, dia tak pernah batasi,” ujarnya sambil tertawa.

Namun, tantangan tak absen. Sebagai karyawan perbankan dengan jam kerja padat, ia harus berperang dengan waktu dan kantong.

Pulang kerja sudah sore, besoknya ada event lari atau hiking subuh. Biaya juga nggak sedikit, tapi no problem, yang penting hati senang,” katanya.

Baginya, weekend adalah momen sakral untuk menjelajah alam atau mengikuti kelas cardio.

Meski pernikahannya telah berjalan 5 tahun dan belum dikaruniai anak, Maharatih tak kehilangan harapan.

Saya yakin semesta punya cara merestui kami. Yang penting, kami terus berusaha dan menjaga hati,” tekannya.

Kerinduan pada suami ia ubah menjadi motivasi:

Rindu itu bumbu, tapi kebahagiaan adalah pilihan. Saya memilih untuk tetap produktif sambil menanti saat kami bisa berkumpul lengkap.”

Mimpi besarnya sederhana: membangun keluarga kecil yang hangat, lengkap dengan tawa anak-anak.

Bagi Maharatih, hidup adalah seni yang harus dirajut dengan kesadaran penuh.

Setiap keputusan adalah goresan kuas. Tak perlu ikuti pola orang lain, kitalah yang menentukan warna dan bentuknya,” ujarnya.

Prinsip ini ia terapkan dalam segala hal: dari olahraga yang ia tekuni hingga cara menghadapi ujian pernikahan jarak jauh.

 

Source image: Ratih

You May Also Like

Olivia Natasya, Dapat Menjalani Berbagai Peran dengan Penuh Dedikasi Kuncinya Komunikasi dan Support Keluarga
Olivia Natasya, Dapat Menjalani Berbagai Peran dengan Penuh Dedikasi Kuncinya Komunikasi dan Support Keluarga
Nopi Puspita, Hidup Adalah Perjalanan Penuh Tantangan, dengan Keberanian Keyakinan, Keajaiban Kan Terjadi
Nopi Puspita, Hidup Adalah Perjalanan Penuh Tantangan, dengan Keberanian Keyakinan, Keajaiban Kan Terjadi
Widya Ningrum, Nikmati Setiap Langkah dengan Hati Penuh Syukur
Widya Ningrum, Nikmati Setiap Langkah dengan Hati Penuh Syukur
Dhita Nandhita, Tubuh Sehat Adalah Fondasi Untuk Jalani Hidup Semangat dan Penuh Kebahagiaan
Dhita Nandhita, Tubuh Sehat Adalah Fondasi Untuk Jalani Hidup Semangat dan Penuh Kebahagiaan
Maya Firly Dunggio, Jadikan Olahraga Gaya Hidup yang Dijalani Penuh Komitmen
Maya Firly Dunggio, Jadikan Olahraga Gaya Hidup yang Dijalani Penuh Komitmen
Syifa Nasyah, Penuh Prestasi dan Bercita-cita Jadi Kowad
Syifa Nasyah, Penuh Prestasi dan Bercita-cita Jadi Kowad