Megawati Rakasiwi, Masa Muda Kita Ialah Masa Untuk Berkarya

Iniloh.com Jakarta- Megawati Rakasiwi, yang akrab dipanggil Ega, adalah seorang profesional yang berasal dari Jakarta. Sebagai anak tunggal, Ega memiliki masa kecil yang penuh kenangan berharga.

Ia mengalami perpindahan tempat tinggal yang cukup sering, mulai dari Bekasi, Semarang, hingga Jakarta Timur untuk pendidikan dasar dan menengahnya.

Ega melanjutkan studi di Akademi Kesehatan di Jakarta, di mana ia menemukan kecintaannya pada bidang kesehatan serta mendapatkan berbagai pengalaman berharga dari lingkungan yang beragam.

Ega tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh dukungan. Meskipun kedua orang tuanya bekerja di bidang kesehatan dan cukup sibuk, mereka selalu menyempatkan waktu untuk memberikan kasih sayang dan perhatian kepada Ega.

Saya sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti mereka,” ungkapnya.

Pendidikan dan nilai-nilai positif yang diajarkan oleh orang tuanya membentuk karakter Ega menjadi pribadi yang mandiri, bersyukur, dan memiliki semangat juang yang tinggi.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ega memulai karirnya sebagai perawat di salah satu rumah sakit besar di Jakarta.

Ia sangat menyukai pekerjaannya karena memberikan banyak tantangan dan kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai orang.

Saya senang berkenalan dengan orang-orang baru, bertukar pengalaman cerita, dan saling memotivasi,” katanya.

Pengalaman bekerja di rumah sakit memberinya pelajaran berharga tentang arti kesehatan dan pentingnya memberikan perawatan terbaik kepada pasien.

Ega juga memiliki ketertarikan dalam dunia seni dan olahraga. Ia aktif berolahraga seperti gym, pilates, yoga, renang, poundfit, lari, dan boxing.

Olahraga menjadi bagian penting dalam hidupnya, dilakukan di sela-sela kesibukan bekerja atau saat libur.

“Kesehatan itu adalah harta paling mahal di dunia ini,” tegasnya, mengingatkan bahwa kesehatan mental dan fisik harus dijaga dengan baik.

Selama menjalani karirnya, Ega seringkali merasa sedih melihat pasien-pasien lanjut usia yang datang berobat tanpa pendampingan keluarga.

Hal ini semakin memotivasi dirinya untuk memberikan perawatan terbaik tanpa memandang suku, agama, atau budaya pasien.

“Saya belajar banyak dari mereka,” ujarnya. Ega percaya bahwa setiap individu berhak mendapatkan perawatan yang baik dan perhatian.

Ega memiliki harapan besar untuk masa depan, terutama dalam bidang kesehatan. Ia berharap semua orang akan lebih peduli terhadap kesehatan mental dan fisik.

“Kesehatan bukan pilihan tapi keharusan yang harus diperjuangkan dan dipertahankan,” katanya.

Menurutnya, menjaga kesehatan mental dan fisik akan berdampak positif pada hubungan sosial dan karir seseorang.

Sebagai penutup, Ega ingin menyampaikan pesan motivasi kepada generasi muda:

Masa muda adalah masanya berkarya.” Ia mendorong anak-anak muda untuk terus mengembangkan diri ke arah positif, tidak takut gagal menghadapi tantangan hidup.

“Kuatkan hati, kuatkan tekad, kuatkan iman,” pesannya dengan penuh semangat.

 

Source image: ega

You May Also Like

Rizski Soebiakto Soenardi, To Watch Us Dance Is to Hear Our Hearts Speak
Rizski Soebiakto Soenardi, To Watch Us Dance Is to Hear Our Hearts Speak
Elys, Dunia Ini Tiada Jika Tak Ada Mimpi!
Elys, Dunia Ini Tiada Jika Tak Ada Mimpi!
Elizabeth Veni, Berusaha Otentik dan Jujur Pada Diri Sendiri
Elizabeth Veni, Berusaha Otentik dan Jujur Pada Diri Sendiri
Fransisca Khoe, People React A Things With The Only Knowledge They Have
Fransisca Khoe, People React A Things With The Only Knowledge They Have
Pryas Mustika Ramadhanti, Do What You Love, And Love What You Do
Pryas Mustika Ramadhanti, Do What You Love, And Love What You Do
Tantri Lestari Meilani, Terus Jalani yang Kita Sukai Walau Banyak Cibiran
Tantri Lestari Meilani, Terus Jalani yang Kita Sukai Walau Banyak Cibiran