Melihat Al-Qur'an dan Kitab Kuno dari Kulit Berumur 400 Tahun di Ponpes Tertua Mojokerto
selalu.id - Pondok Pesantren (Ponpes) As Sholichiyah di Gang Penarip 2, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur memiliki Al-Qur'an dan Kitab Kuno dari kulit kayu berumur 400 tahun masih tersimpan rapi di lemari kaca.
Ponpes As Sholichiyah merupakan pesantren tertua di Mojokerto yang di didirikan oleh KH Muhammad Ilyas sekitar tahun 1870 masehi.
Tak heran pondok ini mempunyai koleksi kitab kuno yang umurnya mencapai 400 tahun yang masih rapi tersimpan di kediaman KH Muhammad Rofii Ismail.
Muhammad Ilyasin, cucu KH Muhammad Rofii Ismail mengatakan, dirinya tidak bisa memastikan usia Al-Qur'an dan kitab kuno warisan dari kakeknya.
"Untuk Al-Qur'an ini keberadaannya tahun berapa itu kami tidak bisa memastikan tepatnya tahun berapa. Cuman kami dari alhamdulillah dibantu dari para akademisi, dari mahasiswa dari beberapa kampus yang sudah meneliti di tempat kami terkait Al-Qur'an ini itu dilihat dari sisi kertasnya yang dipakai itu kurang lebih 200-300 tahun yang lalu. Cuman tepatnya tahun berapa itu Wallahualam kami juga kurang paham," kata Muhammad Ilyasin, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, supaya tak rusak, Al-Qur'an dan kitab warisan Mbah Ilyas tersebut disimpan dalam lemari kaca berukuran 150x70 cm.
"Di sini yang masih utuh atau yang masih bisa kita amati dari kitab manuslip ada sekitar 6 buah kitab. Ada 6 buah kitab yang salah satunya adalah Al Quran," bebernya.
Menurut Ilyasin, ada beberapa perguruan tinggi yang sudah meneliti Al-Qur'an dan kitab manuslip yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.
"Sudah sempat meneliti di tempat kami ada dari Uinsa, dulu bisa dicari di Google itu. Kemudian ada dari Uin Tulungagung, dari Uin Malang, Uin Kediri, dan yang lain sebagainya," ungkapnya.
Ilyasin berharap, ada pihak lain yang membantu dan menjaga warisan Islam tersebut dirinya sangat membuka tangan secara lebar.
"Harapan saya barangkali ada yang berkenan membantu kami untuk menjaga ini kami perkenankan. Barangkali bisa memberikan agar bagaimana tidak lapuk ataupun bagaimana tidak diserang oleh rayap. Itu kami berterima kasih jika ada yang perkenankan. Kami menjaganya sebisa mungkin seperti itu," jelasnya.
Menurut Ilyasin, Al-Qur'an dan kitab manuslip tersebut bahannya dari kulit hewan dan kulit kayu.
"Untuk yang Al-Qur'an itu insya Allah terbuat dari kulit hewan. Itu bisa dipegang dari kertasnya. Itu terlihat dan kebetulan tembus pandang. Kemudian yang lainnya ada yang dari kulit pohon," katanya.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










