Melsandi Mongkareng-Jermias: Kesenangan dan Kesedihan Ajarkan Kita Lebih Bijak dalam Hidup 

Iniloh.com– Melsandi Mongkareng- Jermias, perempuan asli Manado, adalah cerminan harmonisasi budaya dan ketenangan jiwa yang lahir dari kota seribu gereja ini.

Bagi Melsandi, Manado bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang di mana perbedaan agama dan keyakinan dirajut menjadi mozaik indah.

Di sini, toleransi bukan hanya slogan. Kami saling menjaga, merayakan perayaan masing-masing, dan menganggap semua orang seperti keluarga,” ujarnya.

Nilai-nilai inilah yang membentuknya menjadi pribadi yang menghargai keberagaman dan selalu mencari kedamaian dalam interaksi sehari-hari.

Sebagai mantan karyawan salah satu hotel di Manado, Melsandi kerap berinteraksi dengan beragam tamu dari berbagai latar belakang.

Namun, di balik kesibukannya di dunia hospitality, ia menemukan ketenangan sejati di tengah alam.

Aktivitas outdoor seperti mendaki atau sekadar duduk di tepi pantai membuatku merasa lebih connected dengan diri sendiri.

Di sanalah aku bisa bernapas lega tanpa pretensi,” ungkapnya.

Alam, baginya, bukan hanya tempat rekreasi, melainkan guru yang mengajarkan kesederhanaan dan kejujuran.

Tak hanya dekat dengan alam, Melsandi juga menjadikan buku sebagai sahabat sejati. Kecintaannya pada dunia literatur dimulai sejak kecil.

Aku terpesona dengan cara para penulis membangun dunia lewat kata-kata. Membaca karya mereka seperti diajak berpetualang ke dimensi lain,” tuturnya.

Kegemaran ini akhirnya menular menjadi passion menulis. Melalui blog pribadinya (melsandim.blogspot.com), ia menuangkan pikiran, refleksi hidup, hingga kisah-kisah inspiratif tentang Manado.

Tulisannya mengalir jujur, seolah mengajak pembaca duduk bersamanya di beranda rumah sambil menyeruput kopi tradisional. “Menulis adalah cara aku berbicara pada diri sendiri dan dunia,” tambahnya.

Ketika ditanya soal suka duka dari hobinya, Melsandi hanya tersenyum.

Sukanya jelas: aku jadi lebih mengenal diri, belajar mencintai keunikan yang ada dalam diriku. Dukanya? Rasanya tak ada. Menulis dan membaca selalu memberiku energi positif,” ujarnya.

Baginya, kedua aktivitas ini adalah terapi alami yang mengajarkannya untuk tetap rendah hati dan bersyukur.

Harapan Melsandi sederhana namun mendalam: ia ingin selalu bertemu dengan kebaikan dalam setiap fase kehidupan.

Dari langit biru Manado hingga rintik hujan di sore hari, aku percaya setiap momen membawa pesan tersendiri,” katanya.

Filosofi ini tercermin dalam pesannya untuk pembaca:

Apa pun yang terjadi hari ini, baik yang menyenangkan atau mengecewakan, adalah yang terbaik untuk kita. Keduanya adalah guru yang mengajarkan cara lebih bijak menjalani hidup.”

Melalui Instagram @melsandimj, ia kerap membagikan kutipan-kutipan reflektif, potret keindahan alam Sulawesi Utara, serta cerita-cerita pendek yang sarat makna.

Bagi Melsandi, media sosial adalah jendela untuk menyebarkan semangat optimisme tanpa menggurui.

Aku tak ingin jadi penulis terkenal. Cukup jika ada satu orang yang tersentuh atau termotivasi lewat tulisanku,” ungkapnya.

Dari hotel-hotel megah hingga gubuk sederhana di tepi hutan, dari deretan buku di rak hingga layar blog yang ia kelola, Melsandi membuktikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan merayakan hal-hal kecil.

Seperti alam Manado yang memeluk erat perbedaan, ia percaya bahwa hidup adalah tentang menemukan harmoni dalam setiap detik.

Entah itu lewat gemericik air terjun, lembaran buku yang beraroma kertas tua, atau getar jari yang menari di atas keyboard.

Baginya, menjadi diri sendiri adalah pencapaian tertinggi, dan setiap kata yang ia tulis adalah jejak untuk mengingatkan dunia: “Kau sudah cukup, di sini, saat ini.”

 

Source image: melsandi

You May Also Like

Faradipta Chandra, Kita Harus Bijak Dalam Memilih Konten yang Bermanfaat di Derasnya Arus Informasi
Faradipta Chandra, Kita Harus Bijak Dalam Memilih Konten yang Bermanfaat di Derasnya Arus Informasi
Anjar Kusuma, Orang Hebat Tak Dibentuk Lewat Kenyamanan Kesenangan Tapi Airmata dan Tantangan
Anjar Kusuma, Orang Hebat Tak Dibentuk Lewat Kenyamanan Kesenangan Tapi Airmata dan Tantangan
Thika R Pauziah, Orang yang Bisa Bangkit dari Kesedihan Adalah Orang Pilihan dengan Jiwa Sangat Besar
Thika R Pauziah, Orang yang Bisa Bangkit dari Kesedihan Adalah Orang Pilihan dengan Jiwa Sangat Besar
Febri Eka Rahmawati, Jangan Jadikan Kesedihan Kita Sebagai Tontonan Orang Lain, Cukup Allah Tempat Bersandar
Febri Eka Rahmawati, Jangan Jadikan Kesedihan Kita Sebagai Tontonan Orang Lain, Cukup Allah Tempat Bersandar
Dahria, Terus Upgrade Ilmu yang Kita Punya dan Ajarkan Juga Mereka yang Ingin Belajar Dengan Kita
Dahria, Terus Upgrade Ilmu yang Kita Punya dan Ajarkan Juga Mereka yang Ingin Belajar Dengan Kita
Layung, Kalau Berwisata Bijak Tak Rusak Lingkungan dan Kotori Destinasi
Layung, Kalau Berwisata Bijak Tak Rusak Lingkungan dan Kotori Destinasi