Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

selalu.id - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menetapkan target penambahan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. 
Target ini disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
 
"Bertahun-tahun ke depan, insyaAllah kita akan menambah 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya sesuai target yang diberikan Presiden," ujar Gus Ipul usai menghadiri acara tersebut di Surabaya, Jumat (16/1/2026) sore.
 
Menurut Mensos, Sekolah Rakyat permanen dirancang dengan kapasitas antara 300 hingga 500 siswa per tahap awal. Gedung yang dibangun secara permanen diharapkan dapat menyerap lebih banyak siswa dari keluarga desil 1 atau kelompok kurang mampu.
 
"Gedung permanen yang sudah rampung akan dilengkapi fasilitas yang memadai, dengan pembagian kapasitas sekitar 100 siswa untuk jenjang SD, 100 siswa untuk SMP, dan 100 siswa untuk SMA," jelasnya.
 
Saat ini, kapasitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah belum merata, dengan jumlah siswa yang ditampung berkisar antara 25 hingga 50 orang per lokasi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan gedung yang sebagian besar masih bersifat sementara.
 
"Saat ini kondisi gedung masih belum memenuhi standar, sehingga kapasitasnya terbatas. Namun dengan gedung permanen, kita bisa menerima 300 siswa baru setiap tahunnya, dan dalam tiga tahun ke depan diharapkan dapat mencapai kapasitas penuh hingga lebih dari 1000 siswa untuk jenjang SD dan SMP," tambahnya.
 
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Gus Ipul menyatakan bahwa setidaknya setiap kabupaten akan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas menampung 1000 siswa untuk jenjang SD dan SMP.
 
"Kita sudah mulai melakukan langkah awal di daerah-daerah terluar, dan pada akhirnya setiap kabupaten akan memiliki fasilitas pendidikan ini untuk menjangkau lebih banyak anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu," pungkasnya.

Tags:

You May Also Like

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu
Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu
Kemenkum Jatim Alokasikan Rp6,8 M untuk Program Bantuan Hukum dan Kegiatan Litigasi
Kemenkum Jatim Alokasikan Rp6,8 M untuk Program Bantuan Hukum dan Kegiatan Litigasi