Mia Resmiati, Sukses Bukanlah Akhir, Kegagalan Bukanlah Hal yang Fatal

Iniloh.com Jakarta- Mia Resmiati adalah sosok yang akrab dengan keindahan alam dan kehangatan keluarga.

Lahir dan dibesarkan di Sukabumi, kota sejuk di kaki Gunung Halimun, ia mengaku tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang.

Sukabumi itu seperti surga kecil. Udara segar, pemandangan hijau, dan keluarga besar serta teman-teman yang selalu mendukung,” kenangnya.

Di kota inilah ia belajar arti kebersamaan, hingga akhirnya memutuskan menikah dan membangun rumah tangga dengan prinsip yang sama: cinta, syukur, dan harmoni.

Sebelum merintis bisnis, Mia sempat mengabdikan diri sebagai karyawan di salah satu bank pemerintah (“plat merah”) di Sukabumi selama lima tahun.

Pengalaman itu mengajarkannya disiplin, manajemen waktu, dan pelayanan prima. Namun, jiwa kreatifnya terus mendorongnya untuk mencari tantangan baru.

Aku ingin sesuatu yang lebih fleksibel, sekaligus bisa mengekspresikan diri,” ujarnya.

Pada 2020, Mia memberanikan diri keluar dari zona nyaman dan memulai bisnis parfum serta kuliner.

Kedua bidang ini dipilih karena kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari.

Parfum itu seperti identitas, setiap aroma punya cerita. Sementara kuliner adalah cara aku berbagi kebahagiaan melalui rasa,” jelasnya.

Meski dijalankan dari Sukabumi, produknya sudah menyentuh pelanggan di berbagai kota. Kuncinya? Konsistensi dan keunikan.

Aku selalu memastikan setiap parfum memiliki karakter khusus, dan menu kuliner dibuat dengan bahan segar lokal,” tambahnya.

Bagi Mia, keluarga adalah fondasi segalanya. Ia meyakini bahwa harmonisasi rumah tangga bukanlah hal instan, melainkan hasil komitmen untuk saling memahami.

Kami belajar beradaptasi, baik dengan karakter masing-masing maupun perubahan lingkungan,” tuturnya.

Prinsip ini juga ia terapkan dalam bisnis. Misalnya, ketika pandemi melanda, ia cepat beralih ke pemasaran digital tanpa meninggalkan kualitas produk.

Mia juga dikenal sebagai pribadi yang teguh bersyukur.

Setiap hari aku ingatkan diri: apa yang kita miliki hari ini adalah anugerah. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbuat baik,” ucapnya.

Ia aktif terlibat dalam kegiatan sosial, seperti berbagi paket sembako atau mengajar memasak kepada ibu-ibu sekitar.

Menebar cinta tidak harus dengan hal besar. Kadang, senyum tulus atau dukungan kecil sudah cukup berarti,” katanya.

Ketika ditanya tentang harapan, Mia menjawab dengan rendah hati:

Aku hanya ingin diberi kemudahan dalam setiap urusan dan kelancaran meraih cita-cita.” Namun, ia menekankan bahwa kesuksesan bukanlah tujuan akhir.

Bagi aku, yang terpenting adalah proses. Kegagalan bukan akhir, tapi pelajaran. Selama kita berani terus berusaha, Tuhan pasti bukakan jalan,” tegasnya.

Ia pun kerap mengutip mantra hidupnya:

Sukses bukanlah akhir, kegagalan bukanlah hal yang fatal. Yang terpenting adalah keberanian untuk tetap berusaha dan bekerja keras.”

Kalimat ini ia terapkan baik dalam bisnis maupun pengasuhan anak. “Aku ingin anak-anakku tumbuh jadi pribadi yang gigih, bukan cuma mengejar hasil tapi menghargai proses,” ujarnya.

Mia Resmiari adalah bukti bahwa passion dan kerja keras bisa tumbuh subur di mana pun, bahkan dari kota kecil seperti Sukabumi.

Dari bankir yang terikat rutinitas, ia bertransformasi menjadi pengusaha yang menjual kebahagiaan melalui wewangian dan cita rasa.

Namun, di balik kesibukannya, ia tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga, syukur, dan kepedulian sosial.

Hidup ini singkat. Aku ingin meninggalkan jejak yang tidak hanya soal materi, tapi juga kebaikan yang bisa dikenang,” katanya.

Bagi Mia, kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan memberi makna bagi diri sendiri dan orang lain.

 

Source image: mia

You May Also Like

Ratna Champernique, Bahagia di Rumah Ialah Hasil Akhir dari Semua Ambisi!
Ratna Champernique, Bahagia di Rumah Ialah Hasil Akhir dari Semua Ambisi!
Onya Sianturi, Be The Energy You Want To Attract, Hidup Bukanlah Kompetisi Tapi Dapat Berdampak Positif Ke Sekitar
Onya Sianturi, Be The Energy You Want To Attract, Hidup Bukanlah Kompetisi Tapi Dapat Berdampak Positif Ke Sekitar
Anisa Pianika, Kadang Sukses Butuh Waktu Lama, Percayalah Semua Proses Berarti
Anisa Pianika, Kadang Sukses Butuh Waktu Lama, Percayalah Semua Proses Berarti
Mia Liana, Lakukan Sesuatu Sesuai Porsi Kita Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Mia Liana, Lakukan Sesuatu Sesuai Porsi Kita Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Sayi, Orang Rajin Belum Tentu Sukses Orang Malas Sudah Pasti Gagal
Sayi, Orang Rajin Belum Tentu Sukses Orang Malas Sudah Pasti Gagal
Jovanka Melvy, Kesalahan Bukan Akhir dari Kegagalan Tapi Kita Bisa Belajar Memperbaiki Untuk Masa Depan
Jovanka Melvy, Kesalahan Bukan Akhir dari Kegagalan Tapi Kita Bisa Belajar Memperbaiki Untuk Masa Depan