Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

selalu.id - Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat menguatkan kembali budaya saling membantu sebagai benteng sosial menghadapi tekanan ekonomi yang kian kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri.
Ajakan itu ia sampaikan saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo, 18 Desember 2025. Kegiatan tersebut dihadiri beragam unsur masyarakat, mulai dari kalangan santri, aktivis perempuan, penggerak kampung, hingga tokoh adat dan budaya dari berbagai desa.
Menurut Mufti, Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh melalui empat pilar utama yang menjadi penyangga kehidupan bernegara. Upaya merangkum dan menguatkan empat pilar ini, kata dia, dirintis secara serius pada masa almarhum Taufiq Kiemas menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014.
“Yang kita sebut Empat Pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah tiang-tiang yang menyangga bangunan besar Indonesia,” ujar mantan aktivis IPNU tersebut.
Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar tidak pernah usang. Justru di tengah krisis global, ancaman ketahanan pangan, dan tekanan sosial-ekonomi, prinsip-prinsip itu semakin dibutuhkan sebagai kompas bersama.
Mufti menekankan pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa. Ideologi ini, lanjutnya, lahir dari pengalaman sejarah dan kebudayaan rakyat Indonesia, yang digali oleh Bung Karno dan diproklamasikan secara konseptual dalam pidato 1 Juni 1945.
“Pancasila bukan barang impor. Ia tumbuh dari rahim bangsa sendiri. Karena itu, nilai-nilainya sangat dekat dengan kehidupan rakyat, termasuk semangat kebersamaan dan tolong-menolong,” kata mantan Ketua HIPMI Jatim itu.
Ia mengajak warga mulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kepedulian sosial harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan. “Perhatikan sekitar kita. Jangan sampai ada tetangga yang kelaparan atau hidup dalam kesulitan tanpa uluran tangan,” tutur pengurus GP Ansor tersebut.
Selain itu, Mufti juga menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Kalau kita sibuk bertikai karena perbedaan, jangan harap bangsa ini bisa melangkah jauh. Persatuan adalah modal utama untuk maju,” pungkasnya.

Tags:

You May Also Like

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah