Nurul, Mimpi Itu Seperti Benih Rawatlah dengan Persiapan Mentalitas dan Kesabaran
Iniloh.com– Nurul, perempuan asal Tasikmalaya yang kini menorehkan kisah sukses di Jakarta, adalah bukti nyata bahwa mimpi tak mengenal batas geografis.
Pada 2016, setelah meraih gelar S1, ia memutuskan merantau ke ibu kota dengan keyakinan: “Mimpi setinggi langit hanya bisa diraih jika aku berani keluar dari zona nyaman.”
Meski Tasikmalaya memberinya kenangan indah, tempat ia lahir, tumbuh, dan menempuh pendidikan.
Nurul yakin Jakarta adalah panggung untuk mewujudkan ambisinya.
“Di sini, aku belajar bahwa kompetisi itu keras, tapi peluangnya tak terbatas,” ujarnya.
Jiwa wirausaha Nurul sudah terlihat sejak SD. Di usia belia, ia nekat berjualan gorengan keliling kampung pagi buta, meski orang tuanya bukan pedagang.
“Uang jajan sebenarnya cukup, tapi hasrat berjualan menggebu.Bahkan mainan pun aku jual sampai nilai sekolah anjlok,” kenangnya sambil tertawa.
Kegigihan itu menjadi fondasi karir bisnisnya kelak.
Kini, Nurul tak hanya sukses sebagai entrepreneur, tapi juga berkecimpung di dunia politik sebagai Staff Tenaga Ahli DPR RI.
Awalnya, ia ragu bisa menyelaraskan latar belakang akuntansi dengan dinamika politik.
Namun, pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan menerapkan strategi politik dalam bisnis membuktikan:
“Ilmu itu fleksibel. Yang penting, kita mau belajar dan beradaptasi.”
Sebagai perempuan karir, Nurul tak menampik beratnya membagi peran: ibu, istri, anak, dan profesional.
“Waktu bersama anak adalah pengorbanan terbesar. Tapi aku tak mau ia tumbuh dengan pikiran bahwa perempuan harus memilih antara keluarga atau karir,” tegasnya.
Ia mengajarkan anaknya tentang hak bermimpi melalui tindakan, sekalipun hanya menyisihkan waktu singkat untuk bermain.
“Aku prioritaskan kualitas, bukan kuantitas. Alhamdulillah, anakku paham dan justru jadi penyemangat terbesarku,” ucapnya penuh syukur.
Harapannya sederhana: Keluarga tetap sehat, bahagia, dan saling mendukung. Namun, di balik itu, Nurul menyimpan mimpi besar: menjadi inspirasi bagi perempuan lain.
“Kita punya kekuatan luar biasa, bisa mengurus rumah, bekerja, bahkan melahirkan. Ini bukti bahwa perempuan layak berdiri setara, bahkan lebih tangguh dari pria,” tekannya.
Bagi Nurul, mimpi bukan sekadar khayalan. Ia membuktikannya lewat langkah konkret.
Dari gadis kecil penjual gorengan hingga perempuan yang mengguncang dunia politik dan bisnis, ia berpesan:
“Mimpi itu seperti benih. Rawatlah dengan persiapan, mental kuat, dan kesabaran. Percaya, suatu hari ia akan mekar di waktu yang tepat.”
Ia juga mengingatkan para perempuan untuk tidak terjebak stigma.
“Jangan biarkan siapapun membatasi mimpimu. Kita punya hak yang sama untuk sukses, bahagia, dan berkontribusi bagi dunia,” ujarnya.
Pengalamannya menghadapi penolakan saat kecil, bahkan disebut “nakal” karena nilai turun akibat berjualan menjadi cambuk untuk terus membuktikan bahwa passion bisa menjadi jalan rezeki.
Kampung halaman tetap menjadi akar yang mengingatkannya pada kerendahan hati.
“Di Tasik, aku belajar kesederhanaan. Di Jakarta, aku menemukan keteguhan,” ujarnya.
Kedua nilai ini ia padu-padankan dalam setiap keputusan, baik sebagai ibu, pengusaha, maupun politisi.
Kini, di tengah kesibukannya, Nurul terus bergerak. Ia yakin setiap langkah sekecil apa pun adalah bagian dari mozaik kesuksesan. Pesannya untuk pembaca:
“Jangan takut bermimpi setinggi langit. Tapi ingat, mimpi butuh sayap bernama usaha dan kaki yang tak lelah melangkah!”
Source image: Nurul

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










