Pakis Surabaya Banjir, Pemkot Sebut Tanggul Sungai Kembang Kuning Kritis

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membenarkan bahwa penyebab banjir yang melanda pemukiman kawasan Pakis dan sekitarnya, disebabkan oleh melubernya debit air hujan di tanggul Sungai Pakis Kembang Kuning.
Pemkot menyebut kondisi tanggul Sungai Pakis Kembang Kuning memang dalam keadaan kritis dan berisiko jebol bila menerima beban aliran air berlebih.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengungkapkan bahwa derasnya aliran air dari arah Jalan Mayjend Sungkono berpotensi memperparah kondisi tanggul Sungai Pakis.
“Tanggul Sungai Pakis Kembang Kuning kondisinya kritis. Kalau menerima beban aliran air berlebih dari Mayjend Sungkono, ada potensi jebol. Kalau sampai jebol, penanganannya akan sulit karena dampaknya bisa sampai ke Jalan Diponegoro,” ujar Syamsul.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemkot Surabaya mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Pintu Air Padmosusastro guna mengurangi debit air yang masuk ke saluran Pakis.
“Kami tutup sementara pintu air Padmosusastro untuk mengamankan saluran Pakis. Risikonya memang ada potensi genangan di Mayjend Sungkono,” jelas mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya itu.
Syamsul memastikan, penutupan pintu air hanya dilakukan sementara hingga kondisi saluran Pakis dinyatakan aman. Setelah itu, pintu air kembali dibuka dan genangan di kawasan Mayjend Sungkono surut dalam waktu singkat.
“Setelah saluran Pakis aman, pintu air kami buka kembali. Genangan di Mayjend Sungkono sisi selatan habis sekitar 15 menit,” katanya.
Ia merinci, genangan yang sempat muncul berada di sisi selatan Jalan Mayjend Sungkono, tepatnya di depan Bank Danamon, dengan tinggi air sekitar 15–20 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur Kota Surabaya sejak Sabtu sore dan menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang, bahkan beberapa wilayah dilaporkan banjir.
Salah satu titik genangan terjadi di Jalan Dukuh Kupang Utara. Air menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan.
Genangan juga dilaporkan muncul sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Simo Hilir, Karangrejo dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter, serta Pondok Candra yang mengarah ke Raya Rungkut Mapan. Kondisi serupa terjadi di Raya Rungkut Menanggal Harapan.
Seorang pengendara mobil, Dwi Suswanto, mengaku genangan air membuat laju kendaraan melambat.
“Iya mbak, tadi daerah Jalan Kupang juga lumayan genangan, di atas mata kaki. Macet juga,” ujarnya kepada Selalu.id.
Selain Pakis, banjir juga terpantau di sejumlah wilayah lain, di antaranya Jalan Hayam Wuruk dengan genangan sekitar 25 sentimeter, kawasan Simo–Banyuurip dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, serta Satelit Indah dengan genangan hampir setinggi pelat nomor sepeda motor. Di beberapa titik, kendaraan dilaporkan mogok.
Tak hanya banjir, hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di berbagai titik Kota Surabaya, sehingga memperparah gangguan aktivitas dan lalu lintas warga.

Tags:

You May Also Like

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
3,5 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan Bawa PT PIM Sabet 3 Penghargaan K3 Provinsi Jatim
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah
Dicecar 48 Pertanyaan, Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah