Pengasuhan Berbasis Komunitas, Solusi Efektif Tekan Kekerasan pada Anak

selalu.id - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang kerap terjadi di tengah masyarakat Jawa Timur.
Anak-anak yang berada dalam posisi rentan sering kali menjadi pelampiasan amarah dengan beragam alasan dan motif, padahal mereka berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menuturkan bahwa kekerasan pada anak justru banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan orang asing. Padahal, mereka seharusnya menjadi pihak yang mengayomi dan melindungi.
“Kekerasan terhadap anak ini sering kali bukan dilakukan orang jauh, tetapi justru oleh orang dekat yang memiliki relasi kuasa lebih kuat terhadap anak,” jelasnya kepada selalu.id, Kamis (26/2/2026).
Menurut Hikmah, relasi yang timpang antara anak dan orang dewasa menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekerasan.
Anak yang bergantung secara ekonomi dan emosional pada orang dewasa tidak memiliki daya untuk melawan atau melaporkan perlakuan yang diterimanya, sehingga kasus sering kali tidak terungkap.
Untuk mencegah hal tersebut, politisi PKB ini menuturkan konsep pengasuhan berjemaah atau berbasis komunitas menjadi salah satu solusi efektif.
Penting membangun lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan aman bagi anak, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Lingkungan terkecil seperti keluarga, kemudian warga sekitar, dasawisma, hingga RT dan RW harus memiliki kepedulian yang sama. Ini yang kita sebut sebagai pengasuhan berbasis komunitas,” papar Hikmah.
Konsep ini, menjadi bentuk kontrol sosial sekaligus dukungan kolektif agar anak-anak terhindar dari kekerasan. Ketika lingkungan peka dan berani bertindak, potensi kekerasan dapat dicegah lebih dini sebelum terjadi.
Selain penguatan peran komunitas, pihaknya juga mendorong penguatan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh yang ramah anak.
Selain itu, akses pelaporan dan pendampingan bagi korban harus diperluas agar anak mendapatkan perlindungan maksimal.
“Anak adalah generasi penerus. Mereka harus tumbuh dalam rasa aman, bukan dalam ketakutan,” pungkas Hikmah.

Tags:

You May Also Like

Keputusan di Balik Penangguhan Penahanan Guru Honorer Probolinggo Tersangka Rangkap Jabatan
Keputusan di Balik Penangguhan Penahanan Guru Honorer Probolinggo Tersangka Rangkap Jabatan
Jangan Ngabuburit di Jalur Rel Kereta Api, Kalau Tidak Mau Dipenjara 
Jangan Ngabuburit di Jalur Rel Kereta Api, Kalau Tidak Mau Dipenjara 
Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
5 Wisata Semarang yang Cocok untuk Ngabuburit Bareng Anak
5 Wisata Semarang yang Cocok untuk Ngabuburit Bareng Anak
Dua Mayat di Bekas Aspol Jombang Diduga Kuat Warga Asal Nganjuk
Dua Mayat di Bekas Aspol Jombang Diduga Kuat Warga Asal Nganjuk
Polisi Sebut Dua Mayat di Lubang Bekas Aspol Diduga Tewas Dibakar
Polisi Sebut Dua Mayat di Lubang Bekas Aspol Diduga Tewas Dibakar