Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag
selalu.id - Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, memperingatkan masyarakat terkait evolusi modus penipuan lewat ponsel atau HP.
Pelaku kini memanfaatkan tekanan psikologis untuk menjebak korban via WhatsApp (WA) maupun SMS. Serangan digital ini sering kali menyamar dalam bentuk tautan mencurigakan atau berkas aplikasi (APK).
Supangat menegaskan bahwa kehati-hatian menanggapi pesan dari nomor tidak dikenal menjadi benteng pertahanan utama saat ini.
Menurutnya, langkah sederhana ini efektif memutus rantai akses peretas ke data pribadi pengguna secara ilegal.
"Jangan pernah mengunduh file APK atau mengeklik tautan asing dari sumber tidak kredibel," jelas Supangat, Senin (9/3/2026).
Masyarakat disarankan memverifikasi identitas pengirim melalui platform pelacak nomor seperti GetContact atau Truecaller. Identifikasi label negatif dari pengguna lain menjadi indikator awal untuk segera melakukan pemblokiran kontak tersebut.
Modus darurat yang mencatut nama kerabat juga marak terjadi. Supangat meminta warga tetap tenang dan segera menghubungi nomor asli anggota keluarga bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Instansi resmi seperti perbankan atau lokapasar tidak pernah meminta data sensitif melalui pesan singkat.
Kode One-Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), dan kata sandi sepenuhnya bersifat rahasia.
Kesadaran digital masyarakat pun menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang kian masif.
"Pihak resmi tidak akan meminta kode OTP atau PIN melalui pesan," jelas Supangat.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










