Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman nyata dalam kehidupan sosial. Seruan itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 19 Februari 2026, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan berbagai elemen komunitas.
Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, Mufti menguraikan kembali makna strategis Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ia menilai, keempat prinsip dasar itu bukan sekadar konsep normatif, melainkan fondasi ideologis yang telah menjaga stabilitas Indonesia selama puluhan tahun.
Menurutnya, gagasan penguatan Empat Pilar pertama kali dirumuskan secara sistematis oleh almarhum Taufiq Kiemas saat memimpin MPR RI. Ia menekankan bahwa semangat tersebut harus terus dirawat lintas generasi.
Mufti menilai, dinamika global yang kian tak menentu—mulai dari konflik geopolitik, ancaman krisis pangan, perubahan iklim, hingga ketidakpastian ekonomi—menuntut bangsa Indonesia memiliki pegangan nilai yang kuat. Dalam situasi penuh tantangan itu, Empat Pilar dinilainya sebagai kompas moral sekaligus arah kebijakan kebangsaan.
“Bangsa ini memiliki modal ideologi yang kokoh. Pancasila dan prinsip kebinekaan menjadi perekat ketika dunia mengalami guncangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tindakan konkret. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial, kata Mufti, harus kembali dihidupkan di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis.
“Nilai kebangsaan tidak cukup diucapkan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti dengan saling membantu, peduli terhadap sesama, dan menjaga harmoni lingkungan,” tuturnya.
Selain itu, Mufti mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarumat beragama dan memperkuat toleransi dalam keberagaman. Ia menilai, pluralitas Indonesia adalah kekuatan yang harus dirawat, bukan dipertentangkan.
Di era digital, ia juga menyoroti bahaya disinformasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan. 
Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
“Setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga ruang publik tetap sehat. Verifikasi informasi sebelum membagikannya adalah bagian dari komitmen kebangsaan,” tegasnya.
Acara tersebut ditutup dengan dialog terbuka yang memperlihatkan antusiasme peserta dalam membahas isu-isu kebangsaan. Mufti berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar nilai Empat Pilar semakin membumi di tengah masyarakat.
Ia pun menegaskan bahwa selama prinsip-prinsip dasar bangsa dijaga dan diamalkan, Indonesia akan tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tags:

You May Also Like

Jalan Berlubang di Surabaya Habiskan 60 Ton Hotmix per Hari, Ternyata Segini Anggarannya
Jalan Berlubang di Surabaya Habiskan 60 Ton Hotmix per Hari, Ternyata Segini Anggarannya
Agak Laen, Bapenda Surabaya Sebut Reklame di Taman Punya Nilai Estetika
Agak Laen, Bapenda Surabaya Sebut Reklame di Taman Punya Nilai Estetika
Hujan Deras, 5 Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir
Hujan Deras, 5 Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir
Maling 7 Koper Turis Thailand di Bromo Ditangkap, Pelakunya Dua Orang
Maling 7 Koper Turis Thailand di Bromo Ditangkap, Pelakunya Dua Orang
‎Dampak Hujan Deras, Akses Jalan Kotaanyar-Pakuniran Probolinggo Terputus
‎Dampak Hujan Deras, Akses Jalan Kotaanyar-Pakuniran Probolinggo Terputus
Kunjungi Jember Pasca banjir, Menteri PU Tinjau Pembangunan Fly Over Mangli 
Kunjungi Jember Pasca banjir, Menteri PU Tinjau Pembangunan Fly Over MangliÂ