Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

selalu.id - Anggota MPR RI, Mufti Anam, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada 23 Februari 2026 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri warga dari berbagai kalangan.
Dalam paparannya, Mufti menilai Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Ia menyinggung sejumlah isu global seperti dinamika geopolitik, persoalan ketahanan pangan, hingga tekanan ekonomi dan sosial yang turut dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut membuat nilai-nilai kebangsaan tetap relevan sebagai pedoman bersama dalam menjaga arah pembangunan bangsa.
Ia menambahkan bahwa situasi ekonomi yang tidak selalu stabil membutuhkan solidaritas sosial yang lebih kuat. Dalam pandangannya, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi fondasi penting untuk mempererat persatuan nasional sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan yang terus terjadi.
Mufti juga menjelaskan bahwa istilah Empat Pilar Kebangsaan mulai diperkenalkan secara luas pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas ketika menjabat sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Konsep tersebut mencakup empat unsur utama, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, Pancasila merupakan landasan utama negara sekaligus pedoman nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut digali oleh Soekarno dari kekayaan budaya Nusantara dan disampaikan kepada publik melalui pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.
Selain membahas nilai kebangsaan, Mufti juga mendorong masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia menilai perhatian terhadap kondisi tetangga maupun warga sekitar merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat ketahanan sosial, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta saling menghormati di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus terus dijaga demi memastikan stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.
“Keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan bangsa. Jika persatuan tetap terjaga, berbagai tujuan pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Mufti.

Tags:

You May Also Like

Momen Polda Jatim Bagikan 600 Paket Takjil pada Pengguna Jalan di Surabaya
Momen Polda Jatim Bagikan 600 Paket Takjil pada Pengguna Jalan di Surabaya
Pelaku Penipuan dan Penggelapan Penginapan di Mojokerto Belum Ditahan, Kenapa?
Pelaku Penipuan dan Penggelapan Penginapan di Mojokerto Belum Ditahan, Kenapa?
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles