Syarah Alfiani, Kualitas Seseorang Terlihat dari Ucapan Tindakan dan Karyanya
Iniloh.com Jakarta- Syarah Alfiani, perempuan kelahiran Jakarta ini, adalah gambaran sempurna tentang bagaimana akar budaya membentuk kepribadian yang hangat dan dinamis.
Dibesarkan di lingkungan Betawi yang ramai, masa kecilnya diwarnai keakraban khas kampung.
“Rumah kami berdekatan dengan keluarga besar. Setiap hari seperti hari raya—ada saja cerita atau tawa yang mengisi sudut-sudut rumah,” kenangnya.
Ia tumbuh sebagai anak yang gemar bermain di luar: halaman rumah, kebun, hingga sawah menjadi “kantor” kecilnya.
“Dulu, Jakarta masih asri. Pepohonan rindang dan interaksi antarwarga begitu hangat. Itulah kenangan terindah yang selalu saya rindukan,” ujarnya.
Sebelum memutuskan menjadi full-time mom pada akhir 2021, Syarah berkarier di bidang hospitality.
Pengalaman ini mengajarkannya tentang keramahan dan manajemen waktu. Namun, pilihan untuk fokus mengurus keluarga tak membuatnya berhenti berkembang.
“Saya justru menemukan passion baru: dunia fashion,” ungkapnya.
Ia bergabung dengan beberapa komunitas fashion, bukan sekadar untuk tampil stylish, tapi juga sebagai wujud kecintaan pada produk lokal dan upaya pengembangan diri.
Awalnya, Syarah hanya iseng mengikuti event brand muslimah dengan mengunggah foto OOTD (Outfit of the Day). Tapi, konsistensinya membawa dampak tak terduga.
“Saya belajar bahwa konsisten itu seperti menanam benih. Pelan-pelan, hasilnya akan terlihat,” ujarnya.
Kini, aktivitas itu menjadi sarana baginya untuk tetap terhubung dengan dunia luar sembari mengasah kreativitas.
Di balik kesibukannya, Syarah punya sederet harapan yang mengakar pada nilai keluarga. Prioritas utamanya adalah kesehatan suami, anak-anak, dan dirinya sendiri.
“Kalau keluarga sehat, segalanya bisa dijalani dengan lebih ringan,” katanya.
Ia juga berdoa agar suaminya diberi kelancaran rezeki, sementara dirinya ingin terus berkembang di industri fashion.
Tak lupa, mimpi besarnya adalah membuka usaha kuliner bersama sang suami.
“Makanan selalu jadi pemersatu. Saya ingin suatu hari memiliki bisnis yang tidak hanya menghasilkan cuan, tapi juga kebahagiaan bagi pelanggan,” ucapnya penuh semangat.
Untuk anak-anak, ia berharap mereka tumbuh sebagai pribadi sholihah dan berprestasi.
“Prestasi tak harus akademis. Yang penting, mereka jadi anak yang bermanfaat,” tambahnya.
Bagi Syarah, fashion adalah cara mengekspresikan diri, bukan alat untuk menilai seseorang.
Pesannya tegas:
“Kualitas seseorang bukan dari apa yang dia kenakan, tapi dari ucapan, tindakan, dan karyanya.”
Prinsip ini ia pegang teguh dalam mendidik anak dan berinteraksi di komunitas.
“Saya ingin anak-anak paham: pakaian bagus itu oke, tapi karakter baik itu wajib,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas.
“Di media sosial, banyak yang terlihat sempurna, tapi kita tak tahu isi hatinya. Jadi, jangan mudah terpengarua penampilan luar,” ujarnya.
Meski kini sibuk dengan aktivitas fashion dan keluarga, Syarah tak pernah melupakan jati dirinya sebagai perempuan Betawi.
Nilai-nilai kegotongroyongan, keramahan, dan kesederhanaan yang ia serap sejak kecil tetap menjadi panduan hidup.
“Saya ingin meneruskan semangat itu ke anak-anak. Misalnya, dengan mengajak mereka berkunjung ke kampung halaman atau mengenalkan kuliner Betawi,” ungkapnya.
Bagi Syarah, Jakarta bukan sekadar kota tempat tinggal.
Ia adalah ruang kenangan yang mengajarkannya arti kebersamaan—nilai yang kini ia tularkan melalui konten fashion dan interaksi sehari-hari.
Di tengah perannya sebagai ibu, Syarah membuktikan bahwa passion tak harus dikubur.
Dengan bijak, ia membagi waktu antara mengurus rumah tangga, mengikuti komunitas, dan menyiapkan rencana bisnis kuliner.
“Kuncinya adalah teamwork dengan suami. Kami saling mendukung agar masing-masing bisa berkembang,” katanya.
Untuk perempuan lain, ia berpesan:
“Jangan takut mencoba hal baru, sekalipun dimulai dari iseng. Siapa tahu, itu jadi jalan rezeki yang tak disangka-sangka!”
Source image: syarah

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










