Terjaring OTT KPK, Ini rekam Jejak Karier Maidi dari Guru hingga Wali Kota Madiun
selalu.id - Maidi dikenal sebagai birokrat senior di Kota Madiun dengan perjalanan karier panjang di lingkungan pemerintahan daerah sebelum terjun ke dunia politik. Riwayat tersebut kini menjadi perhatian setelah ia dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Maidi mengawali karier sebagai guru geografi di SMAN 1 Madiun pada 1989. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala SMAN 2 Madiun sebelum beralih ke jabatan struktural di Pemerintah Kota Madiun.
Latar belakang pendidikan Maidi ditempuh di sejumlah perguruan tinggi, antara lain IKIP Surabaya, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Satyagama Jakarta, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan Universitas Terbuka Surabaya.
Kariernya di pemerintahan terus meningkat. Maidi pernah menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun.
Puncak karier birokrasi diraih saat ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Madiun pada periode 2009 hingga 2018. Selama menjabat Sekda, Maidi menangani koordinasi pemerintahan serta pengelolaan administrasi dan anggaran daerah.
Setelah hampir satu dekade menjabat Sekda, Maidi masuk ke dunia politik. Pada Pilkada 2018, ia maju sebagai calon Wali Kota Madiun dengan dukungan PDI Perjuangan dan partai koalisi. Ia terpilih dan menjabat Wali Kota Madiun periode 2019 hingga 2024.
Pada masa kepemimpinan periode pertama, Maidi menjalankan sejumlah program pembangunan kota dan pelayanan publik.
Menjelang Pilkada 2024, Maidi kembali maju sebagai calon wali kota dengan dukungan Partai Gerindra sebagai pengusung utama bersama F Bagus Panuntun sebagai wakil. Pasangan ini juga didukung PSI, Golkar, NasDem, Demokrat, serta sejumlah partai lainnya. Maidi kembali terpilih dan dilantik untuk periode 2025 hingga 2030.
Di tengah masa jabatan periode kedua tersebut, Maidi dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pada Senin (19/1/2026), tim KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, KPK mengamankan sebanyak 15 orang. Dari jumlah itu, sembilan orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Salah satu pihak yang diamankan disebut merupakan Wali Kota Madiun.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.









