Tity Helena Hetharia, Thank You For Yesterday Have Strength For Today

Iniloh.com Jakarta- Tity Helena Hetharia, perempuan tangguh yang lahir di Kalimantan Selatan pada tahun 1973, memiliki latar belakang budaya yang kaya. Ia berasal dari campuran suku Ambon (ayah) dan Makassar-Chinese (ibu).

Masa kecilnya dihabiskan di Sumatra Utara, sedangkan masa remajanya dilalui di Jakarta, mengikuti perjalanan orang tuanya yang merantau karena pekerjaan.

Hidup di kompleks perumahan dinas dengan fasilitas lengkap pada masa itu meninggalkan kenangan indah tentang harmoni keluarga dan kenakalan khas anak-anak era 80-an.

Helena memulai karier profesionalnya sebagai pramugari pada tahun 1994, saat masih menyusun skripsi di Trisakti Pariwisata.

Ia menyandang gelar Diploma 3 dan mengawali langkahnya di maskapai Sempati Air.

Dalam 30 tahun kariernya di dunia penerbangan, Helena telah berkontribusi di berbagai maskapai, termasuk Bouraq Airlines, Express Air, Eastindo Air Charter (di Benghazi, Libya), hingga akhirnya menutup babak profesional ini di PT Airfast Indonesia, sebuah perusahaan charter penerbangan privat.

Pada Juli 2024, Helena resmi pensiun setelah mengabdikan dirinya di dunia penerbangan yang telah menjadi bagian besar dari hidupnya.

Di penghujung tahun 2018, Helena menemukan passion baru dalam olahraga lari. Ia mulai serius mengikuti berbagai ajang lari, baik di dalam maupun luar negeri. Pada 2019, ia berpartisipasi dalam 2XU Singapore, BNI UI Half Marathon, Maybank Marathon (Half Marathon), dan Borobudur Marathon (Full Marathon).

Selama masa pandemi, semangat Helena tetap terjaga dengan mengikuti berbagai virtual runs dan virtual sports challenges.

Pasca-pandemi, Helena semakin aktif mengikuti lomba lari, termasuk event besar seperti:

2022: Maybank Marathon (Full Marathon) dan Siksorogo Lawu (15K), 2023: World Major Marathon di Berlin, Maybank Marathon (Full Marathon), serta berbagai race lari di Jakarta yang diselenggarakan oleh BTN, BRI, BFI, Alfamart, dan Milo, dan di tahun 2024: Maybank Marathon dan World Major Marathon di Chicago, Amerika Serikat.

Dengan kategori master usia, Helena beberapa kali berhasil meraih peluang sebagai potential winner, menambah semangatnya untuk terus berkompetisi.

Selain lari, Helena juga memiliki kecintaan pada aktivitas mendaki gunung sebagai alternatif untuk melatih kekuatan tubuh.

Beberapa gunung yang telah ia taklukkan di antaranya adalah Gunung Gede (3 kali), Pangrango, Salak I dan II, Sumbing, Ciremai, Merbabu, Burangrang, dan Tangkuban Perahu.

Baginya, mendaki gunung bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

Helena percaya bahwa aktivitas fisik seperti lari dan mendaki membutuhkan dukungan keluarga.

Restu dan doa keluarga adalah kunci kelancaran dan keamanan setiap kegiatan kita,” tuturnya.

Helena juga menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap tubuh sendiri dan tidak terjebak dalam tren atau rasa takut ketinggalan (Fear of Missing Out).

Dengan prinsip hidup yang kuat, ia berbagi quotes pribadi:

Thank you for yesterday. Have strength for today. Welcoming tomorrow with good faith.”

 

Source image: helena

You May Also Like

Rizski Soebiakto Soenardi, To Watch Us Dance Is to Hear Our Hearts Speak
Rizski Soebiakto Soenardi, To Watch Us Dance Is to Hear Our Hearts Speak
Elys, Dunia Ini Tiada Jika Tak Ada Mimpi!
Elys, Dunia Ini Tiada Jika Tak Ada Mimpi!
Elizabeth Veni, Berusaha Otentik dan Jujur Pada Diri Sendiri
Elizabeth Veni, Berusaha Otentik dan Jujur Pada Diri Sendiri
Fransisca Khoe, People React A Things With The Only Knowledge They Have
Fransisca Khoe, People React A Things With The Only Knowledge They Have
Pryas Mustika Ramadhanti, Do What You Love, And Love What You Do
Pryas Mustika Ramadhanti, Do What You Love, And Love What You Do
Megawati Rakasiwi, Masa Muda Kita Ialah Masa Untuk Berkarya
Megawati Rakasiwi, Masa Muda Kita Ialah Masa Untuk Berkarya