TPK Ternate Catat Pertumbuhan Positif Arus Peti Kemas Sepanjang 2025

selalu.id – Terminal Peti Kemas (TPK) Ternate mencatatkan kinerja positif pada arus peti kemas sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024, seiring dengan implementasi transformasi operasional yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi layanan kepelabuhanan.
 
Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 arus peti kemas tercatat sejumlah 56.666 box atau setara dengan 63.923 TEUs. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 53.439 box atau 59.095 TEUs.
 
“Sepanjang tahun 2025 kami telah mencatatkan pertumbuhan arus petikemas sekitar 6 persen jika dibanding dengan tahun 2024. Capaian ini menjadi indikator positif atas efektivitas transformasi operasional serta meningkatnya kepercayaan pengguna jasa,” ujarnya kepada selalu.id, Selasa (13/1/2026).
 
Lebih lanjut Anwar menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan berbagai program transformasi operasional sepanjang tahun 2025. Salah satunya melalui penerapan basic Container Terminal Operation (CTO) serta penerapan pola operasi berbasis planning and control.
 
“Implementasi ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja operasional, yang ditandai dengan kenaikan Box Ship Hour (BSH) serta penurunan port stay kapal. Dengan demikian, waktu sandar kapal menjadi lebih singkat dan efisien,” tambahnya.
 
Selain transformasi internal, peningkatan arus peti kemas juga didukung oleh meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah Maluku Utara, stabilitas layanan terminal, serta terjalinnya kolaborasi yang baik antara operator pelabuhan, pemangku kepentingan, dan pengguna jasa.
 
Apresiasi atas capaian tersebut turut disampaikan oleh Rushan Muhammad, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Menurutnya, peningkatan arus peti kemas mencerminkan perbaikan kinerja operasional terminal serta sinergi yang solid antara regulator, operator pelabuhan, dan seluruh pemangku kepentingan.
 
“Upaya perbaikan sistem, pola operasi, serta disiplin dalam perencanaan dan pengendalian telah berjalan dengan baik. Kami berharap kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendukung kelancaran arus logistik serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara,” ujar Rushan.
 
Memasuki tahun 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Ternate berkomitmen untuk terus melakukan penguatan dan perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan adaptif terhadap dinamika industri kepelabuhanan yang semakin kompleks. 
 
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko terhadap berbagai ketidakpastian, baik dari aspek kesiapan peralatan, sistem, pola operasi, maupun penguatan kompetensi SDM. Dengan berbagai inisiatif tersebut, TPK Ternate optimistis dapat menjaga keberlanjutan kinerja positif serta memberikan layanan terminal peti kemas yang semakin efektif, efisien, dan berdaya saing di masa mendatang.

Tags:

You May Also Like

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Mojokerto Geger, Pemuda Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Dalam Rumah
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
Cerita Mencekam WNI Surabaya saat Konflik Timur Tengah: Dari Hujan Rudal, Lalu Tertahan di Tengah Laut
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles
Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu
Pemkot Mojokerto Bersama Pos Indonesia Salurkan Bansos Bagi 1.077 Lansia Kurang Mampu
Kemenkum Jatim Alokasikan Rp6,8 M untuk Program Bantuan Hukum dan Kegiatan Litigasi
Kemenkum Jatim Alokasikan Rp6,8 M untuk Program Bantuan Hukum dan Kegiatan Litigasi