Upaya Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Mojokerto Gandeng FIK Ubaya
selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam upaya percepatan penurunan stunting bersama Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) lewat kegiatan kuliah kerja nyata tahun 2026.
KKN FK Ubaya Tahun 2026 mengusung tema 'Membangun Desa Sehat melalui Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting' dan akan berlangsung mulai 5 Januari hingga 31 Januari 2026 di lima desa di Kecamatan Trawas, yakni Desa Ketapanrame, Tamiajeng, Duyung, Kedungudi, dan Selotapak.
Bupati Albarraa mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui percepatan penurunan stunting.
"Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra.
Gus Barra menyampaikan, stunting merupakan permasalahan strategis nasional yang memerlukan penanganan secara konvergen dan terintegrasi. Pemkab Mojokerto terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat intervensi spesifik dan sensitif di tingkat desa.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 15,3 persen, sementara di Provinsi Jawa Timur sebesar 14,7 persen. Angka tersebut menunjukkan pentingnya penguatan peran semua pihak dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan KKN ini, sebanyak 99 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, termasuk dua mahasiswa asing dari Australia dan Belanda, diterjunkan langsung ke tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung edukasi masyarakat terkait gizi seimbang, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, penguatan peran posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga menekankan pentingnya keselarasan program KKN dengan kebijakan dan program pemerintah daerah maupun pemerintah desa, agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat.
"Kami berharap program-program KKN yang dilaksanakan dapat mendukung dan memperkuat program pemerintah daerah, serta dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir,” imbuhnya.
Pemkab Mojokerto, lanjut Bupati, senantiasa terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menghadirkan inovasi dan pendekatan edukatif yang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
"Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya ini, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong terwujudnya desa sehat dan generasi Mojokerto yang berkualitas," pungkasnya.

Penulis di iniloh.com. Misi kami membongkar informasi rumit jadi bacaan yang ringan dan berguna untukmu, dari yang kompleks jadi mudah, dari yang membingungkan jadi jelas.










