Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Satgas Anti Premanisme di Surabaya, Kasus Nenek Elina Jadi Pemicu

selalu.id - Kasus dugaan pengusiran terhadap Nenek Elina yang sempat viral di media sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peristiwa tersebut adalah alarm penting bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan di Kota Pahlawan.
Sebagai respons konkret, Pemkot Surabaya akan membentuk Satgas Anti Preman, yang bertugas menjaga keamanan, mencegah intimidasi, dan memastikan tidak ada tindakan sewenang–wenang terhadap warga.
“Awal Januari nanti kita kumpulkan semua suku dan seluruh ormas yang ada di Surabaya. Pemerintah kota sudah membentuk Satgas Anti Preman. Ini sudah disampaikan Kapolda dan juga ada surat edaran dari Gubernur,” kata Eri, Sabtu (27/12/2025).
Satgas ini dibentuk sebagai wadah bersama—menggabungkan unsur kepolisian, TNI (termasuk AD dan Marinir), serta seluruh jajaran Forkopimda Surabaya. Targetnya, Surabaya bebas premanisme dan tidak ada lagi aksi intimidasi mirip kasus yang dialami Nenek Elina.
“Di dalam satgas ini ada kepolisian, TNI, angkatan darat, marinir, semuanya ada. Forkopimda berkumpul menjadi satu agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita ini negara hukum,” tegas Eri.
Eri juga mengajak masyarakat untuk tidak diam apabila melihat pemerasan, pengusiran, atau tekanan dari pihak yang mengatasnamakan kelompok tertentu. Nantinya, laporan bisa langsung disampaikan ke Satgas Anti Preman yang akan segera disosialisasikan kepada publik.
“Kalau ada kejadian seperti ini, tolong sampaikan ke Satgas Anti Preman. Pak Kapolres dan Forkopimda punya komitmen yang sama. Jangan sampai Surabaya dibuat kacau, apalagi ditunggangi pihak tertentu,” ujarnya.
Pemkot berkomitmen menjaga kondusivitas Surabaya dan mencegah provokasi yang dapat memecah stabilitas. Sosialisasi Satgas Anti Preman akan dimulai pekan depan, sedangkan agenda mengumpulkan seluruh ormas dan elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.
“Surabaya harus tetap aman, damai, dan kondusif. Kita tidak akan terprovokasi,” pungkasnya.

Tags:

You May Also Like

Pertama Digelar, BMX Night Drag Race di Kraksaan Probolinggo Sedot Animo Ratusan Peserta
Pertama Digelar, BMX Night Drag Race di Kraksaan Probolinggo Sedot Animo Ratusan Peserta
Dukung Aturan Batas Usia Digital, Gus Halim: Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas
Dukung Aturan Batas Usia Digital, Gus Halim: Jangan Hanya Bagus di Atas Kertas
Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat
Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat
Mobil CRV Laka Tunggal di Masjid Al Akbar Surabaya Sempat Terbang dan Jungkir-balik 
Mobil CRV Laka Tunggal di Masjid Al Akbar Surabaya Sempat Terbang dan Jungkir-balik 
Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying
Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying
Pasar Ikan Gunungsari Surabaya Ramai di Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Naik Signifikan
Pasar Ikan Gunungsari Surabaya Ramai di Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Naik Signifikan