Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

selalu.id - Pengaduan soal bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kota Surabaya. Kali ini datang dari warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, yang mempertanyakan mengapa masih ada keluarga tidak mampu yang belum tersentuh bantuan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa setiap laporan warga menjadi pintu masuk evaluasi data, bukan sekadar formalitas administratif. 
Aduan tersebut diterima langsung oleh Kelurahan Pacarkeling dari warga RT 002/RW 001 Gresikan pada Selasa (13/1/2026) lalu.
Lurah Pacarkeling, Eny Kurniawati, menyebut keluhan warga justru membuka ruang klarifikasi penting terkait mekanisme bansos yang selama ini kerap disalahpahami masyarakat.
“Warga datang ke kelurahan dan sudah kami terima. Mereka mempertanyakan kenapa merasa tidak mampu tapi belum menerima bantuan,” ujar Eny, Minggu (18/1/2026).
Menurut Eny, tidak semua bantuan bersumber dari Pemkot Surabaya. Salah satu yang paling sering disoal adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang menggunakan data by name by address (BNBA).
“Untuk BLT, kelurahan hanya menyampaikan undangan sesuai data BNBA. Kalau namanya tidak ada di situ, kelurahan tidak bisa menambah,” jelasnya.
Di luar bantuan pusat, Pemkot Surabaya memiliki skema bantuan daerah yang bersifat responsif, mulai dari bantuan seragam sekolah bagi keluarga miskin (gamis) hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau Dandan Omah.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan warga adalah kondisi rumah seorang warga bernama Robi di kawasan Gresikan. Eny mengungkapkan bahwa kelurahan sebenarnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
“Yang bersangkutan sempat keberatan jika rumahnya direnovasi. Bahkan ada informasi dari warga sekitar bahwa kerusakan rumah dilakukan sendiri,” ungkap Eny.
Meski begitu, kelurahan tidak menutup mata. Secara kasat mata, kondisi rumah Robi memang memiliki bagian yang tidak layak. Karena itu, pihak kelurahan kembali memberikan penjelasan dan mengajukan rehabilitasi rumah melalui Baznas. Saat ini, Robi masih tinggal di rumah tersebut berdampingan dengan rumah keluarganya.
Selain Robi, kelurahan juga memproses pengajuan bantuan atas nama Lusi, seorang janda yang hidup bersama satu anak, sementara tiga anak lainnya telah berkeluarga dan mandiri.
“Bu Lusi ini berjualan, rombongnya dipinjami saudara dan kondisinya rusak. Kelurahan sudah mengajukan bantuan rombong ke Baznas,” kata Eny.
Tak hanya itu, hasil penelusuran lapangan juga membuat kelurahan mengusulkan bantuan rombong untuk Bu Wiwik dan Pak Aris yang tinggal di kawasan sama, karena dinilai memenuhi kriteria penerima bantuan.
Eny menegaskan, kunci agar bantuan tepat sasaran adalah keaktifan warga melapor. Aduan bisa disampaikan melalui KSH, RT/RW, maupun langsung ke kelurahan.
“Kami terbuka. Setiap laporan pasti kami cek langsung ke lapangan. Tapi semua tetap harus sesuai mekanisme dan hasil verifikasi,” pungkasnya.

Tags:

You May Also Like

Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir
Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir
Damkar Beraksi Lagi, Kali Ini Evakuasi Kucing Terjepit di Antara Rumah Warga
Damkar Beraksi Lagi, Kali Ini Evakuasi Kucing Terjepit di Antara Rumah Warga
Nikmatnya Bakso Besar Legendaris Mojokerto, 50 Tahun Rasa Tetap Sama
Nikmatnya Bakso Besar Legendaris Mojokerto, 50 Tahun Rasa Tetap Sama
Pria Tewas Dengan Luka Bacok di Wonokusumo Surabaya, Identitas Belum Diketahui
Pria Tewas Dengan Luka Bacok di Wonokusumo Surabaya, Identitas Belum Diketahui
Jalur KA Utara Terendam Banjir, 7 Kereta dari Surabaya Dibatalkan, Ratusan Penumpang Refund
Jalur KA Utara Terendam Banjir, 7 Kereta dari Surabaya Dibatalkan, Ratusan Penumpang Refund
Beasiswa UKT Disesuaikan Rp 2,5 Juta, DPRD Surabaya Peringatkan Pemkot
Beasiswa UKT Disesuaikan Rp 2,5 Juta, DPRD Surabaya Peringatkan Pemkot